Gelar Prosesi Sedekah Bumi, Ratusan Warga Grobogan Berebut Nasi dan Air Sumur
Senin, 05 Juni 2023 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh air dan nasi yang mereka dapat akan dimasak di rumah dan dimakan serta diminum bersama keluarga agar bisa mendapatkan berkah kesehatan dan rejeki yang melimpah.
Sarjo, sesepuh Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Grobogan, Jawa Tengah selalu memimpin prosesi setiap tahun.Ia menjelaskan bahwa tradisi sedekah bumi di sumber air panguripan ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Sebab, sumber air yang berada di tengah areal persawahan dan sudah muncul sejak jaman nenek moyang tidak pernah mengering meski dilanda kekeringan hingga bertahun-tahun. Baca juga: Sedekah Bumi di Pasuruan Berakhir Ricuh, 2 Kelompok Pemuda Bentrok
"Sumber air ini juga sering dimanfaatkan warga sekitar dan dari luar desa untuk keperluan makan dan minum sehari-hari serta dipercaya bisa memberikan kesembuhan dan kesehatan baik dengan cara diminum atau digunakan untuk mandi," katanya.
Warga mengaku tidak berani meninggalkan adat yang sudah turun temurun ini karena takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di desa mereka. Sesepuh desa berharap dengan adanya sedekahan ini, kemakmuran warga Desa Rejosari bisa selalu terjaga serta hasil panen selalu melimpah.
Sarjo, sesepuh Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Grobogan, Jawa Tengah selalu memimpin prosesi setiap tahun.Ia menjelaskan bahwa tradisi sedekah bumi di sumber air panguripan ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Sebab, sumber air yang berada di tengah areal persawahan dan sudah muncul sejak jaman nenek moyang tidak pernah mengering meski dilanda kekeringan hingga bertahun-tahun. Baca juga: Sedekah Bumi di Pasuruan Berakhir Ricuh, 2 Kelompok Pemuda Bentrok
"Sumber air ini juga sering dimanfaatkan warga sekitar dan dari luar desa untuk keperluan makan dan minum sehari-hari serta dipercaya bisa memberikan kesembuhan dan kesehatan baik dengan cara diminum atau digunakan untuk mandi," katanya.
Warga mengaku tidak berani meninggalkan adat yang sudah turun temurun ini karena takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di desa mereka. Sesepuh desa berharap dengan adanya sedekahan ini, kemakmuran warga Desa Rejosari bisa selalu terjaga serta hasil panen selalu melimpah.
(don)
Lihat Juga :