Tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung Kembali Jebol, Warga 2 Desa Terpaksa Mengungsi
Minggu, 16 Maret 2025 - 09:28 WIB
loading...
Banjir merendam dua desa akibat tanggul Sungai Tuntang yang melintang di pinggir Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, kembali jebol pada Minggu (16/3/2025) dini hari. FOTO/RUSTAMAN
A
A
A
GROBOGAN - Setelah dua hari surut, tanggul Sungai Tuntang yang melintang di pinggir Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, kembali jebol pada Minggu (16/3/2025) dini hari. Kejadian ini menyebabkan air mulai memasuki pemukiman warga.
Tim relawan yang telah berjaga sejak sore hari langsung mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi banjir lebih lanjut. Tim relawan segera membunyikan sirine sebagai tanda darurat dan meminta warga di Desa Baturagung dan Ringin Kidul untuk segera mengungsi. Warga yang mendengar sirine langsung keluar dari rumah mereka dan menuju tempat-tempat aman seperti Balai Desa, masjid, atau gereja yang sebelumnya telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian.
Sudarman, seorang relawan dari Banser Grobogan, mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan tanda peringatan kepada warga untuk segera mengungsi. Hal ini dilakukan karena air sudah mulai memasuki desa, dan petugas mengantisipasi kemungkinan banjir susulan mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Sabtu sore.
Kondisi tanggul Sungai Tuntang mulai kritis pada pukul 12 malam. Para petugas terus memantau situasi dan berupaya menyelamatkan warga.
Tim relawan yang telah berjaga sejak sore hari langsung mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi banjir lebih lanjut. Tim relawan segera membunyikan sirine sebagai tanda darurat dan meminta warga di Desa Baturagung dan Ringin Kidul untuk segera mengungsi. Warga yang mendengar sirine langsung keluar dari rumah mereka dan menuju tempat-tempat aman seperti Balai Desa, masjid, atau gereja yang sebelumnya telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian.
Sudarman, seorang relawan dari Banser Grobogan, mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan tanda peringatan kepada warga untuk segera mengungsi. Hal ini dilakukan karena air sudah mulai memasuki desa, dan petugas mengantisipasi kemungkinan banjir susulan mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Sabtu sore.
Kondisi tanggul Sungai Tuntang mulai kritis pada pukul 12 malam. Para petugas terus memantau situasi dan berupaya menyelamatkan warga.
Lihat Juga :