Kisah Gajah Mada, Miliki Peran Penting pada Kekuasaan 3 Raja Majapahit hingga Disegani di Mancanegara
Senin, 05 Juni 2023 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menguak Misteri Pangeran Pajajaran di Situs Cagar Alam Batu Kalde
Slamet Muljana dalam karya ilmiahnya yang berjudul "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", tak ragu menyebut Kerajaan Majapahit tanpa Gajah Mada bukanlah menjadi sebuah kerajaan besar.
Ketika masa Tribhuwana Tunggadewi memimpin Majapahit, dan mengangkat Gajah Mada sebagai patih, di saat itulah Gajah Mada mengucapkan satu sumpah yang dikenal Sumpah Palapa. Sumpah penyatuan nusantara dalam suatu politik, atau wilayah di bawah Majapahit.
Sesudah Tribhuwana Tunggadewi bertakhta, sang anak yang juga raja muda bernama Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja. Hayam Wuruk tidak hanya mewarisi takhta dan wilayah kerajaan, tetapi juga alat-alat pemerintahan.
Baca juga: Carok Berdarah Pecah di Tanah Merah Bangkalan, Brimob Polda Jatim Disiagakan
Sang Panca ri Wilwatikta tetap dipimpin oleh Patih Gajah Mada, pencetus dan pelaksana program politik nusantara, sehingga Gajah Mada dapat meneruskan pelaksanaan program politik nusantaranya.
Penundukan kepulauan di sebelah barat dan utara Pulau Jawa, dilakukan zaman pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. Penundukan Kepulauan Nusantara bagian timur, kecuali Pulau Bali, dilakukan pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk Sri Rajasanagara.
Ekspedisi militer ke nusantara bagian timur dimulai pada tahun 1357 dengan penundukan Dompo, di Pulau Bima, oleh tentara Majapahit di bawah pimpinan Mpu Nala. Dompo dijadikan pangkalan tentara Majapahit, untuk bergerak menundukkan pulau-pulau lainnya di bagian timur.
Baca juga: Kisah Pemerintah Belanda Beri Upeti Mewah dan Langka ke Sultan Amangkurat I usai Perang Batavia
Slamet Muljana dalam karya ilmiahnya yang berjudul "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", tak ragu menyebut Kerajaan Majapahit tanpa Gajah Mada bukanlah menjadi sebuah kerajaan besar.
Ketika masa Tribhuwana Tunggadewi memimpin Majapahit, dan mengangkat Gajah Mada sebagai patih, di saat itulah Gajah Mada mengucapkan satu sumpah yang dikenal Sumpah Palapa. Sumpah penyatuan nusantara dalam suatu politik, atau wilayah di bawah Majapahit.
Sesudah Tribhuwana Tunggadewi bertakhta, sang anak yang juga raja muda bernama Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja. Hayam Wuruk tidak hanya mewarisi takhta dan wilayah kerajaan, tetapi juga alat-alat pemerintahan.
Baca juga: Carok Berdarah Pecah di Tanah Merah Bangkalan, Brimob Polda Jatim Disiagakan
Sang Panca ri Wilwatikta tetap dipimpin oleh Patih Gajah Mada, pencetus dan pelaksana program politik nusantara, sehingga Gajah Mada dapat meneruskan pelaksanaan program politik nusantaranya.
Penundukan kepulauan di sebelah barat dan utara Pulau Jawa, dilakukan zaman pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. Penundukan Kepulauan Nusantara bagian timur, kecuali Pulau Bali, dilakukan pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk Sri Rajasanagara.
Ekspedisi militer ke nusantara bagian timur dimulai pada tahun 1357 dengan penundukan Dompo, di Pulau Bima, oleh tentara Majapahit di bawah pimpinan Mpu Nala. Dompo dijadikan pangkalan tentara Majapahit, untuk bergerak menundukkan pulau-pulau lainnya di bagian timur.
Baca juga: Kisah Pemerintah Belanda Beri Upeti Mewah dan Langka ke Sultan Amangkurat I usai Perang Batavia
Lihat Juga :