Ini Penjelasan Tim Peneliti soal Arak Bali untuk Terapi COVID-19

Kamis, 23 Juli 2020 - 22:10 WIB
loading...
Ini Penjelasan Tim Peneliti...
Profesor Made Agus Gelgel Wirasuta. Foto/SINDOnews/Miftahul Chusna
A A A
DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster mengklaim, ramuan tradisional berbahan dasar arak, manjur untuk mengobati orang positif terpapar COVID-19.

Tim peneliti yang ditugaskan membuat usada atau ramuan tradisional itu membeberkan penemuannya tersebut. (BACA JUGA: Gubernur Bali Sebut Ramuan Arak Bali Manjur Sembuhkan COVID-19 )

"Kami namakan ini terapi usada arak," kata ketua tim Profesor Made Agus Gelgel Wirasuta mengawali perbincangannya dengan SINDOnews.com, Kamis (23/7/2020). (BACA JUGA: Diusir dari Vila, Turis Rumania Jadi Gelandangan di Bali )

Dia mengemukakan, penemuan itu bermula dari cerita satu keluarga di Bangli, Bali yang sembuh dari COVID-19 setelah melakukan terapi dengan menghirup uap arak yang dipanaskan pada Mei 2020 lalu.

Setelah dua hari melakukan terapi tersebut, ujar Wirasuta, hasil tes swab satu keluarga yang terdiri dari lima orang itu, dinyatakan negatif.

Gubernur Bali I Wayan Koster yang mendapat informasi itu kemudian meminta Wirasuta dan timnya membuat formula berbahan dasar arak yang tepat dan aman untuk menyembuhkan pasien COVID-19.

Kebetulan dari awal, Wirasuta sudah ditunjuk untuk memperbaiki kualitas arak Bali setelah minuman tradisional ini dilegalkan melalui Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Wirasuta menolak mengungkap detil ramuan tradisional itu karena dalam persiapan untuk dipatenkan. "Yang pasti sudah melalui riset dan tahapan fermentasi dan destilasi," ujar pengelola Laboratorium Forensik Sain dan Kriminilogi Universitas Udayana ini.

Setelah jadi, tutur Wirasuta, ramuan tradisonal itu kemudian diujicobakan kepada 19 orang yang menjalani isolasi di tempat karantina. Hasilnya, ada 15 orang yang kemudian hasil tes swab-nya negatif setelah tiga hari menjalani terapi usada arak.

Wirasuta menuturkan, terapi usada arak harus menggunakan alat bantu nebulator untuk menghirup uap atau kabut dari ramuan itu. "Karena di Amerika sudah booming juga memakai alkohol dan banyak kejadian terjadi efek burning kebakaran. Saya tidak mau itu terjadi di kita," tandas ahli toksikologi forensik ini.

Dalam menjalani terapi, ungka Wirasuta, pasien harus melakukannya setiap pagi, siang, dan sore. "Lamanya satu menit. Hanya satu menit, tidak boleh lebih," tandas Wirasuta.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
DPW Partai Perindo Bali...
DPW Partai Perindo Bali Solid dan Yakin Lolos Verifikasi Parpol Hadapi Pemilu 2029
Gelar Gen Sawit 2026...
Gelar Gen Sawit 2026 di Udayana, BPDP Edukasi Generasi Muda
Anak-anak Sudah Melek...
Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
The Maritime Circle,...
The Maritime Circle, Cara Baru Menikmati Kepemilikan Yacht di Bali
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Nino Fernandez dan Steffi...
Nino Fernandez dan Steffi Zamora Ungkap Alasan Pindah ke Bali Bersama Putri Mereka
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved