Anggun dan Mempesona, Alasan Raja Mataram Gemar Mencari Selir dari Jawa Timur

Selasa, 30 Mei 2023 - 05:05 WIB
loading...
Anggun dan Mempesona,...
Sudah menjadi hal yang lumrah jika raja memiliki selir, selain permaisuri. Konon, selir para raja itu bisa puluhan banyaknya. Sedikit banyak selir, semua tergantung pada selera raja. Foto ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sudah menjadi hal yang lumrah jika raja memiliki selir , selain permaisuri. Konon, selir para raja itu bisa puluhan banyaknya. Sedikit banyak selir, semua tergantung pada selera raja. Bahkan para selir didatang dari daerah mana, tergantung selera raja.

Raja Mataram misalnya, sangat menyukai selir yang berasal dari Jawa Timur. Umumnya, raja mendatangkan selir dari daerah yang memang terkenal dengan gadis-gadis berparas cantik. Paras cantik menjadi syarat seorang gadis bisa diboyong ke istana raja. Baca juga: Kisah Kecantikan Ratu Malang yang Bikin Amangkurat I Hukum Mati 43 Selir dan Dayang



Sejak era kerajaan Mataram Islam, ada 11 kabupaten di Jawa yang dikenal sebagai wilayah pemasok perempuan menawan untuk kerajaan. Di antaranya adalah Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di wilayah Jawa Timur. Kemudian, Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah, serta Indramayu, Karawang dan Kuningan di Jawa Barat.

Namun, kriteria paras cantik bukan satu-satunya. Raja Mataram juga biasanya memiliki kriteria lain saat mencari selir, yaitu sifat lemah lembut serta anggun memesona. Karena itu, raja Mataram lebih suka mendatangkan selir dari daerah Jawa Timur. Selir-selir asal Jawa Timur dinilai memiliki sifat lembut dan anggun.

Sekedar catatan, tradisi mengambil perempuan sebagai selir oleh raja Jawa kerap disalahartikan berbeda oleh kolonial Belanda. Selir yang berasal dari kata sineliran atau yang dipilih, ditafsirkan Belanda secara serampangan sebagai bijwijf atau concubine alias gundik atau perempuan simpanan.

Dalam hal ini, sebenarnya Belanda kurang memahami lebih dalam dari berkembangnya tradisi selir. Kolonial Belanda sepintas melihat seolah selir itu melulu untuk memenuhi kebutuhan seksual raja. Baca juga: Kisah Arya Damar Membimbing Tan Eng Kian, Selir Cantik Majapahit Masuk Islam

Padahal di dalam tradisi selir tersimpan misi politik. Pada masa kerajaan Mataram Islam misalnya. Pengambilan selir yang kelak dijadikan permaisuri merupakan salah satu taktik untuk mempertahankan kekuasaan.

Selir yang diambil seringkali berasal dari putri para bangsawan bawahan. Selir menjadi tanda loyalitas bangsawan terhadap raja. Tak heran, tidak sedikit bangsawan yang menyerahkan puteri mereka sebagai upeti, tanda takluk.

Kendati demikian, banyak rakyat biasa yang sukarela menyerahkan putrinya sebagai selir. Jika si anak melahirkan keturunan raja, keluarga dari rakyat jelata itu berharap derajat sosialnya akan ikut terangkat.

Dikutip dari buku Bukan Tabu Nusantara (2018), disebutkan bahwa upaya mengambil selir atau kelak dijadikan permaisuri merupakan salah satu strategi kekuasaan raja-raja Mataram. Hal itu dikenal juga sebagai perkawinan politik. Suatu perpaduan antara motif politik dan seksual.

Namun, yang memprihatinkan, posisi perempuan yang hendak menjadi calon selir menjadi semacam komoditas. Sebab tidak semua perempuan yang dibawa ke keraton berhasil dipinang sebagai selir raja.

Mereka yang gagal itu lantas ditempatkan di daerah terpencil, yang dalam perjalanannya menjadi cikal bakal munculnya praktik pergundikan dan prostitusi.

Pergeseran nilai itu menemukan bentuknya pasca Perang Jawa (1825-1830). Yakni di mana ketika kolonial Belanda mulai membuka proyek perkebunan, pembangunan jalan raya, pendirian pabrik gula, serta mengintensifkan pelabuhan.

Banyak pekerja yang rata-rata laki-laki merasa kesepian dan butuh dekapan perempuan. Lagi-lagi salam buku Bukan Tabu Nusantara disebutkan bahwa pada masa kolonial Belanda, 11 Kabupaten di Jawa yang sebelumnya dikenal sebagai pemasok selir raja itu, bergeser menjadi pemasok praktik prostitusi.

Kabupaten-kabupaten itu sekarang justru menjadi “pemasok” perempuan untuk prostitusi di kota-kota besar.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kebut Penyaluran BLT...
Kebut Penyaluran BLT Kesra 2025 di Mataram, Pos Indonesia Lakukan Ini
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Tinta Karbon dan Kulit...
Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran Berusia 1.000 Tahun
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved