FKPT Jabar Apresiasi Komitmen Hijrah untuk Perkuat Persatuan NKRI
Rabu, 24 Mei 2023 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa agama tidak bertentangan dengan negara. Bahkan seharusnya, semakin mendalami pemahaman keagamaan, seharusnya berbanding lurus dengan keyakinan, sikap dan tindakan-tindakan konkret dalam membela negara.
“Negara Indonesia yang didasarkan atas pilar Pancasila dan UUD 1945 tidak bertentangan dengan ajaran agama, dan dengan demikian justru menjadi kewajiban bagi warga ,termasuk generasi muda untuk membela negara,” terang Iip.
Menurutnya, dengan semangat kebangsaan dan keagamaan yang sejalan akan menjadi benteng diri untuk mencegah terlibat dalam kelompok eksklusif, yang cenderung konservatif, intoleran dan bahkan mengembangkan perilaku ekstrimisme yang berbasis kekerasan.
Hal ini patut diwaspadai, mengingat berdasarkan hasil riset yang sama, masih ditemui bahwa ada 13,6% warga Jawa Barat yang setuju bahwa sistem demokrasi bertentangan dengan ajaran Islam dan harus diubah.
“Pandangan minoritas seperti ini, apabila dikembangkan tanpa ada upaya tabayun dan introspeksi, dapat memicu tindakan-tindakan intoleran dan perilaku keagamaan yang ekstrim, yang bahkan dapat bermuara pada tindakan-tindakan kekerasan yang justru melanggar hukum dan ajaran agama,” pungkasnya.
“Negara Indonesia yang didasarkan atas pilar Pancasila dan UUD 1945 tidak bertentangan dengan ajaran agama, dan dengan demikian justru menjadi kewajiban bagi warga ,termasuk generasi muda untuk membela negara,” terang Iip.
Menurutnya, dengan semangat kebangsaan dan keagamaan yang sejalan akan menjadi benteng diri untuk mencegah terlibat dalam kelompok eksklusif, yang cenderung konservatif, intoleran dan bahkan mengembangkan perilaku ekstrimisme yang berbasis kekerasan.
Hal ini patut diwaspadai, mengingat berdasarkan hasil riset yang sama, masih ditemui bahwa ada 13,6% warga Jawa Barat yang setuju bahwa sistem demokrasi bertentangan dengan ajaran Islam dan harus diubah.
“Pandangan minoritas seperti ini, apabila dikembangkan tanpa ada upaya tabayun dan introspeksi, dapat memicu tindakan-tindakan intoleran dan perilaku keagamaan yang ekstrim, yang bahkan dapat bermuara pada tindakan-tindakan kekerasan yang justru melanggar hukum dan ajaran agama,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :