Kekuatan Sengguruh Kerajaan Hindu Terakhir dari Malang Bikin Sulit Kesultanan Demak
Kamis, 11 Mei 2023 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Daerah-daerah lain diharapkan bisa dikuasai dulu, sehingga nanti bisa membantu menyuplai kebutuhan militer dan menyuplai militer ke Sengguruh. Baca juga: Sejarah Masjid Agung Demak dan Misteri Pintu Petir yang Melegenda
"Misalnya dari daerah seperti daerah Malang selatan sendiri, atau disupport dari daerah Malang sendiri, atau daerah lain yang ada di tetangganya, apakah itu Blitar, Pasuruan, tapi daerah Malang yang mestinya harus menjadi pendukungnya dulu, pendukung ikut membantu ekspansi Demak itu," paparnya.
Oleh karena itu dikatakan Dwi Cahyono, cukup beralasan jika Kerajaan Sengguruh ini disebut-sebut kerajaan kantong Hindu yang terakhir, selain Blambangan. Catatan sejarah memang mengisahkan bagaimana pergerakan Kerajaan Demak usai menaklukkan Sengguruh bergerak menuju Blambangan, yang ada di daerah paling timur Pulau Jawa.
Sepak terjang Sengguruh dan lokasinya yang terpencil itulah membuat kerajaan ini baru berhasil ditaklukan sekitar tahun 1545 Masehi. Saat itu perkembangan Islam di sisi pesisir utara Pulau Jawa memang sudah mayoritas dan lebih cepat dibandingkan sisi pedalaman Pulau Jawa.
"Kalau tidak kuat sengguruh sudah ditaklukkan tahun 1520an, 1529an, atau 1528, atau 30, baru berhasil tahun 1545 akhir. Ini memberikan petunjuk bahwa kerajaan ini kokoh dan harus ditaklukan. Jadi seberapa penting ya penting bagi Demak yang punya doktrin politik menjadi penguasa tunggal di Jawa, penaklukan Sengguruh penting," jelasnya.
"Sehingga Demak mulai memperhitungkan. Sengguruh ini cukup kuat di masanya, makanya begitu pentingnya itu akhirnya dilakukan penyerangan," tambahnya.
"Misalnya dari daerah seperti daerah Malang selatan sendiri, atau disupport dari daerah Malang sendiri, atau daerah lain yang ada di tetangganya, apakah itu Blitar, Pasuruan, tapi daerah Malang yang mestinya harus menjadi pendukungnya dulu, pendukung ikut membantu ekspansi Demak itu," paparnya.
Oleh karena itu dikatakan Dwi Cahyono, cukup beralasan jika Kerajaan Sengguruh ini disebut-sebut kerajaan kantong Hindu yang terakhir, selain Blambangan. Catatan sejarah memang mengisahkan bagaimana pergerakan Kerajaan Demak usai menaklukkan Sengguruh bergerak menuju Blambangan, yang ada di daerah paling timur Pulau Jawa.
Sepak terjang Sengguruh dan lokasinya yang terpencil itulah membuat kerajaan ini baru berhasil ditaklukan sekitar tahun 1545 Masehi. Saat itu perkembangan Islam di sisi pesisir utara Pulau Jawa memang sudah mayoritas dan lebih cepat dibandingkan sisi pedalaman Pulau Jawa.
"Kalau tidak kuat sengguruh sudah ditaklukkan tahun 1520an, 1529an, atau 1528, atau 30, baru berhasil tahun 1545 akhir. Ini memberikan petunjuk bahwa kerajaan ini kokoh dan harus ditaklukan. Jadi seberapa penting ya penting bagi Demak yang punya doktrin politik menjadi penguasa tunggal di Jawa, penaklukan Sengguruh penting," jelasnya.
"Sehingga Demak mulai memperhitungkan. Sengguruh ini cukup kuat di masanya, makanya begitu pentingnya itu akhirnya dilakukan penyerangan," tambahnya.
(don)
Lihat Juga :