Waspada! Kasus Lato-lato Sapi di Gunungkidul Meluas hingga ke 17 Kecamatan
Minggu, 07 Mei 2023 - 23:44 WIB
loading...
A
A
A
Terkait penularannya, penyakit tersebut disebarkan melalui dua hal yaitu secara langsung maupun tak langsung. Secara langsung melaui serangga penghisap darah sebagai Vektor penyebaran penyakit, dan tidak langsung melalui peralatan yang terkontaminasi virus LSD.
Baca juga: Kronologi Bus Pariwisata yang Terparkir di Objek Wisata Guci Terjun ke Sungai
Secara klinis, Retno menerangkan bahwa penyakit memiliki gejala terdapat lesi kulit berupa benjolan berukuran 1-7cm pada daerah leher, kepala, kaki, ekor, dan ambing. Pada kasus yang berat tanda tanda tersebut dapat ditemukan menyeluruh pada bagian tubuh.
“ada banyak lain gejala klinisnya, seperti demam tinggi, penurunan nafsu makan,ada leleran hidung dan mata, terjadi oedema pada kaki, menyebabkan abortus maupun anetrus dalam beberapa bulan, hingga penurunan produksi susu pada sapi perah. Yang terparah adalah kematian,” beber Retno.
Untuk itu, pihaknya menghimbau agar para peternak khususnya hewan sapi di Gunungkidul dapat mengurangi resiko penularannya jengan menjaga kebersihan kandan dan sekitarnya. Selain itu, jika mendapati gejala gejala diatas untuk dapat melaporkan kepihak Dinas Kesehatan Hewan setempat.
“warga kami minta untuk melaporkan jika ditemukan gejal LSD di sekitar wilayahnya untuk didata dan dilakukan penanganan secepatnya,” pungkasnya.
Baca juga: Kronologi Bus Pariwisata yang Terparkir di Objek Wisata Guci Terjun ke Sungai
Secara klinis, Retno menerangkan bahwa penyakit memiliki gejala terdapat lesi kulit berupa benjolan berukuran 1-7cm pada daerah leher, kepala, kaki, ekor, dan ambing. Pada kasus yang berat tanda tanda tersebut dapat ditemukan menyeluruh pada bagian tubuh.
“ada banyak lain gejala klinisnya, seperti demam tinggi, penurunan nafsu makan,ada leleran hidung dan mata, terjadi oedema pada kaki, menyebabkan abortus maupun anetrus dalam beberapa bulan, hingga penurunan produksi susu pada sapi perah. Yang terparah adalah kematian,” beber Retno.
Untuk itu, pihaknya menghimbau agar para peternak khususnya hewan sapi di Gunungkidul dapat mengurangi resiko penularannya jengan menjaga kebersihan kandan dan sekitarnya. Selain itu, jika mendapati gejala gejala diatas untuk dapat melaporkan kepihak Dinas Kesehatan Hewan setempat.
“warga kami minta untuk melaporkan jika ditemukan gejal LSD di sekitar wilayahnya untuk didata dan dilakukan penanganan secepatnya,” pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :