Pengangguran di Jawa Timur Didominasi Lulusan SMK
Sabtu, 06 Mei 2023 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Di perkotaan, dari setiap 10.000 penduduk angkatan kerjanya, terdapat sekitar 623 orang penganggur. Sementara itu di perdesaan, dari setiap 10.000 penduduk angkatan kerjanya terdapat sekitar 213 diantaranya yang merupakan penduduk pengangguran. Dibandingkan Februari 2022, baik TPT perkotaan maupun TPT perdesaan sama-sama mengalami penurunan.
"Meski demikian, TPT perkotaan selalu lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan turun 0,46 persen. Penurunan TPT perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan yaitu sebesar 0,58 persen," imbuh Sunaryo.
Data BPS Jatim juga menunjukkan, TPT pada tingkat pendidikan SMA dan SMK menunjukkan penurunan dibandingkan Februari 2022. Sebaliknya, terjadi kenaikan TPT pada penduduk dengan tingkat pendidikan SD ke bawah dan SMP pada Februari 2023 dibandingkan Februari 2022.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, TPT lulusan SMK di Jatim terus menurun secara siginifikan. Dimana, TPT Jatim pada tahun 2020 sebesar 11,89 persen, menurun menjadi 6,70 persen pada tahun 2022. Bahkan menurut hasil tracer study Kemendikbudristek TPT lulusan SMK tahun 2022 hanya 3,4 persen.
“Ini artinya bahwa link and match antara SMK dengan Dudika (dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja) di Jatim telah terkoneksi dengan baik. Karenanya, menjadi penting untuk bisa mencari tahu bahwa anak-anak ini punya maksimalisasi potensi di bidang apa kemudian dipertemukanlah dengan kebutuhan dudika,” kata Khofifah.
"Meski demikian, TPT perkotaan selalu lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan turun 0,46 persen. Penurunan TPT perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan yaitu sebesar 0,58 persen," imbuh Sunaryo.
Data BPS Jatim juga menunjukkan, TPT pada tingkat pendidikan SMA dan SMK menunjukkan penurunan dibandingkan Februari 2022. Sebaliknya, terjadi kenaikan TPT pada penduduk dengan tingkat pendidikan SD ke bawah dan SMP pada Februari 2023 dibandingkan Februari 2022.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, TPT lulusan SMK di Jatim terus menurun secara siginifikan. Dimana, TPT Jatim pada tahun 2020 sebesar 11,89 persen, menurun menjadi 6,70 persen pada tahun 2022. Bahkan menurut hasil tracer study Kemendikbudristek TPT lulusan SMK tahun 2022 hanya 3,4 persen.
“Ini artinya bahwa link and match antara SMK dengan Dudika (dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja) di Jatim telah terkoneksi dengan baik. Karenanya, menjadi penting untuk bisa mencari tahu bahwa anak-anak ini punya maksimalisasi potensi di bidang apa kemudian dipertemukanlah dengan kebutuhan dudika,” kata Khofifah.
(msd)
Lihat Juga :