Pembelajaran Online Dinilai Memberatkan, Orang Tua Desak Ada Perubahan

Rabu, 22 Juli 2020 - 08:05 WIB
loading...
Pembelajaran Online...
Seorang anak di Rembang, Jawa Tengah belajar online. Sistem belajar ini dinilai memberatkan. FOTO : iNews.tv/Musyafa Musa
A A A
REMBANG - Sistem pembelajaran online dinilai memberatkan orang tua siswa di Kabupaten Rembang . Selain ribet, sistem pembelajaran ini juga menambah beban keluarga lantaran harus membeli kuoat internet yang mahal.

Nurdiyanti salah satunya. Dia kebetulan merawat 1 anak dan 2 keponakan yang masih SD. Semua membutuhkan HP untuk belajar online, memahami materi dari guru masing-masing. Selain boros kuota internet, kondisi semacam itu juga mengakibatkan anak-anak rawan terpapar radiasi HP.

“Semua itu kan butuh kuota internet, karena kebanyakan pelajaran lewat video dan youtube. Ya kalau punya uang buat beli kuota, lha kalau nggak, kita kan harus tetap bisa. Kalau anaknya cuman satu sih mungkin nggak apa-apa ya, saya langsung tiga. Apalagi kalau pelajaran bersamaan, sampai stres saya, “ tuturnya, Rabu (22/07/2020).

Ketika anak-anak enggan belajar, otomatis orang tua yang terpaksa mengerjakan soal pelajaran. Dia mendesak sekolah memberlakukan cara lebih sederhana, namun efektif untuk pembelajaran.

“Mohon pelajaran daring (online) dihentikan saja. Tapi diganti guru memberikan materi tertulis 1 minggu sekaligus. Materi bisa diambil melalui ketua kelompok atau gurunya. Langsung banyak ndak apa-apa, nanti dikumpulkan di mana. Seperti itu malah lebih memudahkan kami selaku orang tua, “ imbuhnya.(Baca juga : J amin Keadilan Akses Sekolah Online )

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang, Mardi menyatakan pembelajaran jarak jauh harus menyesuaikan kondisi siswa, karena antar sekolah berbeda-beda.

“Kadang ada sekolah yang memiliki fasilitas bagus dan anak-anaknya siap untuk belajar online. Tapi ada sekolah dan siswa yang kurang siap, “ kata Mardi.

Dia mengakui pengeluaran orang tua membengkak untuk membeli data kuota internet, akibat kebijakan ini. Menurutnya, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebenarnya juga bisa digunakan untuk membeli paket kuota bagi guru dan murid. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya sekolah membuat konsep pembelajaran yang tidak terlalu memberatkan siswa.

“Walaupun kalau jalan terus juga nggak akan mencukupi anggarannya, karena dana BOS di tiap sekolah beda-beda. Tapi bisa dipakai untuk beli kuota. Nah makanya kami sarankan, metode pembelajaran yang simple, mudah dipahami dan jangan sampai membebani anak terlalu berat, “ ungkapnya.(Baca juga : Begini Repotnya Orang Tua Ngurusi Anak Belajar Daring )

Lalu kapan pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tingkat PAUD, SD, hingga SMP dimulai? Mardi membeberkan prinsipnya harus menunggu zona hijau, padahal wilayah Kabupaten Rembang saat ini masih zona merah COVID-19.

Kelak kalau sudah menyandang zona hijau, siswa SMP masuk terlebih dahulu, setelah itu 2 bulan berikutnya disusul siswa SD dan 2 bulan lagi, baru anak TK-Paud.

“Jadi kalau sudah zona hijau, siswa SMP masuk dulu. Dievaluasi kok masih zona hijau, 2 bulan setelah itu giliran siswa SD. Dievaluasi lagi, dua bulan kok masih hijau, baru anak-anak TK-Paud masuk sekolah. Tapi untuk tahun ajaran baru, efektif berlaku mulai tanggal 13 Juli 2020, “ terang Mardi.

Sebelumnya, siswa sekolah di semua tingkatan, sudah diliburkan sejak tanggal 16 Maret 2020, karena pandemi COVID-19.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Nama Rembang, Diambil dari Ritual Ngrembang Sakawit
Perindo Rembang Gelar...
Perindo Rembang Gelar Rapat Konsolidasi, Bahas Kesiapan Hadapi Pemilu 2024
2 Pelajar SD di Denpasar...
2 Pelajar SD di Denpasar Terpapar COVID-19, Pembelajaran Kembali Daring
Tips Mendampingi Tumbuh...
Tips Mendampingi Tumbuh Kembang Anak Selama Pembelajaran Daring
Smart Teacher, Upaya...
Smart Teacher, Upaya Nyata Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik
Ada Siswa Positif COVID-19,...
Ada Siswa Positif COVID-19, PTM Terbatas 2 Sekolah di Majalengka Dihentikan
Sekolah Daring Batal,...
Sekolah Daring Batal, DPR: Hemat Boleh, tapi Pendidikan Tidak Boleh Ikut Dikorbankan
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Pembelajaran Jarak Jauh...
Pembelajaran Jarak Jauh Dampak Hemat Energi Sebaiknya Dilakukan Selektif
Rekomendasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Orang Tua Wajib Waspada,...
Orang Tua Wajib Waspada, Berikut Cara Mencegah Diabetes pada Anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved