Sejarah Stasiun Tanah Abang, Selalu Beradaptasi dengan Kondisi Padatnya Mobilitas Penumpang
Kamis, 04 Mei 2023 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sejarahnya, perubahan bangunan tersebut diresmikan pada 3 Juni 1987 oleh Menteri Perhubungan, Haryanto Dhanutirto. Perubahan bangunan Stasiun Tanah Abang itu dibuat untuk mengakomodasi penumpang KRL Jabotabek yang kala itu sudah beroperasi di jalur Tanah Abang–Serpong.
Stasiun Tanah Abang hingga saat ini memiliki enam jalur sebagai jalur kereta lurus. Stasiun yang satu ini juga dilengkapi dengan dipo lokomotif di sebelah timur laut stasiun dan terhubung langsung dengan jalur 1.
Selain melayani KRL dan langsiran lokomotif, Stasiun Tanah Abang juga dijadikan tempat parkir untuk rangkaian Jayakarta yang merupakan KA penumpang cukup panjang dengan 15 kereta dalam satu rangkaiannya.
Baca juga: Perluas Stasiun Tanah Abang, Heru Budi: Tambahan Ikon di Jakarta
Sebelumnya Stasiun Tanah Abang pernah menjadi tempat parkir untuk rangkaian Gumarang dan kini rangkaian tersebut dipindahkan ke Stasiun Tanjung Priuk semenjak adanya rangkaian Jayakarta datang ke Stasiun Tanah Abang.
Stasiun Tanah Abang hingga saat ini memiliki enam jalur sebagai jalur kereta lurus. Stasiun yang satu ini juga dilengkapi dengan dipo lokomotif di sebelah timur laut stasiun dan terhubung langsung dengan jalur 1.
Selain melayani KRL dan langsiran lokomotif, Stasiun Tanah Abang juga dijadikan tempat parkir untuk rangkaian Jayakarta yang merupakan KA penumpang cukup panjang dengan 15 kereta dalam satu rangkaiannya.
Baca juga: Perluas Stasiun Tanah Abang, Heru Budi: Tambahan Ikon di Jakarta
Sebelumnya Stasiun Tanah Abang pernah menjadi tempat parkir untuk rangkaian Gumarang dan kini rangkaian tersebut dipindahkan ke Stasiun Tanjung Priuk semenjak adanya rangkaian Jayakarta datang ke Stasiun Tanah Abang.
Lihat Juga :