Sadis! Perangkat Desa Baranangsiang Diduga Potong Rp1,2 Juta Bansos Warga
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:53 WIB
loading...
A
A
A
Dede dan puluhan warga lainnya mengambil uang bantuan tersebut di kantor pos Kecamatan Sindangkerta, Rabu (15/7/2020).
Saat di perjalanan pulang di dalam mobil, Dede diminta menyerahkan uang Rp1,2 juta itu. Dia dan suaminya mengaku sedih dan tidak tahu harus berbuat apa.
Padahal uang tersebut semula akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah anaknya. "Tadinya uang itu mau saya pakai buat beli sepatu, seragam sekolah, dan membayar tunggakan ke sekolah. Kalau masih ada sisanya mau beli kayu untuk renovasi rumah karena mau roboh, tapi kalau dipotong gini gimana," kata Dede, Selasa (21/7/2020).
Dede mengemukakan, karena dipotong Rp1,2 juta, dia hanya mendapatkan uang sisa sebesar Rp600.000 atau setara dengan sebulan bantuan dari Kemensos itu.
Dia mengaku diminta menandatangani surat pernyataan. Namun surat tersebut pun tidak sempat dibaca atau dibacakan oleh pihak desa. "Saya disuruh tanda tangan surat. Tapi saya enggak tau isinya apa. Pas ditanya pihak desa ngak jawab," ujar Dede.
Saat di perjalanan pulang di dalam mobil, Dede diminta menyerahkan uang Rp1,2 juta itu. Dia dan suaminya mengaku sedih dan tidak tahu harus berbuat apa.
Padahal uang tersebut semula akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah anaknya. "Tadinya uang itu mau saya pakai buat beli sepatu, seragam sekolah, dan membayar tunggakan ke sekolah. Kalau masih ada sisanya mau beli kayu untuk renovasi rumah karena mau roboh, tapi kalau dipotong gini gimana," kata Dede, Selasa (21/7/2020).
Dede mengemukakan, karena dipotong Rp1,2 juta, dia hanya mendapatkan uang sisa sebesar Rp600.000 atau setara dengan sebulan bantuan dari Kemensos itu.
Dia mengaku diminta menandatangani surat pernyataan. Namun surat tersebut pun tidak sempat dibaca atau dibacakan oleh pihak desa. "Saya disuruh tanda tangan surat. Tapi saya enggak tau isinya apa. Pas ditanya pihak desa ngak jawab," ujar Dede.
Lihat Juga :