Hari Otonomi Daerah, Wujudkan Indonesia Unggul dengan Inovasi Pelayanan Publik

Sabtu, 29 April 2023 - 13:03 WIB
loading...
Hari Otonomi Daerah,...
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik. (Foto: dok YouTube KOMINFO Kota Makassar)
A A A
JAKARTA - Menginjak usia 27 tahun, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri telah mencapai tahap yang matang untuk melahirkan inovasi kebijakan yang bermanfaat demi menciptakan kinerja urusan pemerintahan.

Sebagai rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah yang jatuh pada 25 April 2023, Ditjen Otonomi Daerah menggelar seminar nasional bertema ‘Refleksi 27 Tahun Otonomi Daerah dalam rangka Mewujudkan Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul’ di Four Point By Sheraton, Makassar, Kamis (13/4/2023).

Hadir dalam Seminar Nasional tersebut Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro, Dirjen Otonomi Daerah sekaligus Pj Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia Lukman Said, dan Guru Besar Fisipol Unhas Prof. Armin.

Dalam kesempatan tersebut Suhajar Diantoro mengatakan, otonomi daerah adalah strategi mencapai tujuan bernegara. Indonesia yang menganut sistem demokrasi memberi ruang kepada masyarakat untuk berbicara.

“Oleh karena itu, metode memilih Kepala Daerah adalah ruang untuk rakyat memberikan bargaining kepada calon pemimpinnya,” ucapnya.

Kepala Daerah memiliki hak, kewajiban, dan kewenangan untuk mengurus daerahnya demi menyejahterakan masyarakat serta memajukan daerah tersebut.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan inovasi atau terobosan yang bermanfaat yang didukung oleh Pemerintah Pusat, sehingga rakyat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.

Suhajar mengungkapkan, Makassar sebagai tuan rumah Hari Otda 2023 telah berinovasi mewujudkan smart city. Selain Makassar, kota besar lainnya juga telah melakukan inovasi dan mencari solusi untuk memecahkan isu-isu daerahnya.

Sementara itu, Akmal Malik menjelaskan peningkatan kapasitas pemerintah daerah melalui inovasi daerah.

“Berbicara tentang persoalan kapasitas daerah, kita tidak bisa mengabaikan parameter yang selama ini menjadi dasar kualitas otonomi daerah. Mulai dari persoalan-persoalan yang berkaitan dengan bagaimana kekuatan daerah melaksanakan urusan-urusan yang menjadi kewenangan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, urusan-urusan tersebut justru merupakan hal-hal yang menjadi rintangan bagi kemandirian otonomi daerah. Hal ini berkaitan dengan kelembagaan daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan urusan-urusan itu, kekuatan sumber daya manusia, serta aparatur yang ada untuk melaksanakan berbagai kewenangan yang sudah diberikan oleh Pemerintah Pusat.

“Tentu juga tak lepas bagaimana kekuatan fiskal dan juga bagaimana peran aktor baik kepala daerah dan DPRD berkolaborasi untuk menghadirkan sebuah kesejahteraan dan pelayanan publik yang baik bagi daerah,” ungkapnya.

Kapasitas daerah itu akan terlihat dari seberapa berkualitas pelayanan publik yang mereka berikan. “Tadi disampaikan bagaimana beberapa daerah sangat bagus menghadirkan inovasi-inovasi pelayanan publik yang pada akhirnya menjadi instrumen yang baik bagi mereka untuk menghadirkan kepuasan kepada masyarakat,” tuturnya.

“Sejatinya kita ingin mengatakan otonomi daerah itu adalah hadir untuk mewujudkan daerah yang mandiri dan masyarakatnya puas. Sehingga terwujudlah apa yang disebut dengan kesejahteraan di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kapasitas daerah berkaitan erat dengan inovasi, ada enam area inovasi yang masih bersifat parsial, di antaranya inovasi administrasi, inovasi manajemen, inovasi kebijakan, inovasi frugal, inovasi teknologi, dan inovasi sosial.

“Hingga saat ini belum ada inovasi yang hadir secara komprehensif yang mampu mendongkrak kapasitas sebuah daerah,” ujarnya menambahkan.
Hari Otonomi Daerah, Wujudkan Indonesia Unggul dengan Inovasi Pelayanan Publik

Infografis 6 Area Inovasi. (Foto: dok YouTube KOMINFO Kota Makassar)

Akmal juga melihat bahwa Pemerintah Pusat sering kali memandang semua daerah itu sama. Padahal kondisi masing-masing daerah tak selalu sama.

“Seperti daerah remote area, daerah maritim, daerah perkebunan dan sebagainya sering kali tidak mendapatkan treatment yang tepat dari para pemangku urusan yang ada di pusat, yaitu kementerian-kementerian terkait,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, isu-isu aktual saat ini dalam perspektif peningkatan kapasitas adalah belum ada terlihat relasi yang simbiosis mutualisme antara inovasi yang dibuat oleh masing-masing daerah dengan pelaksanaan reformasi birokrasi yang menjadi salah satu agenda strategis Presiden Joko Widodo.

“Saya dalam setahun di Sulbar, saya melihat betul betapa pentingnya reformasi birokrasi ini untuk mendorong daerah lebih berkapasitas dan munculnya inovasi-inovasi,” tuturnya.

Akmal mengungkapkan, terkait persoalan isu-isu aktual, ia berharap Kemendagri melakukan bridging atau menjembatani dengan baik.

“Bridging yang dilakukan lebih jauh bersifat parsial. Ketika ada persoalan mengenai air di Makassar, kita cenderung berbicara persoalan PU saja. Padahal ada persoalan-persoalan lain, contohnya lingkungan hidupnya dan sebagainya yang menurut pandang kami memang harus dilakukan dijembatani dengan baik oleh Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya tegas.

Menurutnya, peran otonomi daerah ke depan akan jauh lebih maksimal. Paradigma Otda ke depan adalah melayani daerah agar daerah bisa melaksanakan urusan-urusan itu dengan baik, menjembatani kepentingan-kepentingan daerah ke pusat, agar norma, standar, prosedur, kriteria yang dibuat dapat diterjemahkan dalam Perda ataupun Peraturan Kepala Daerah.

“Paradigma inilah yang akan kita bangun ke depan bagaimana membangun kapasitas daerah melalui inovasi, melalui reformasi birokrasi yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan, mengubah paradigma pusat dan daerah juga penting harus dilakukan. “Ke depan kita juga meminta agar Pemerintah Pusat lebih atensi kepada daerah-daerah remote, daerah-daerah yang menurut pandangan kami berada di bawah,” katanya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Komisi...
Terima Kunjungan Komisi II DPR, Bupati Sambas Satono Dorong Otonomi Daerah Perbatasan
Wakil Ketua DPRD Jabar:...
Wakil Ketua DPRD Jabar: Pembentukan 5 Provinsi Baru Perlu Perhatikan Kebijakan Strategis Nasional
Ganjar, Rano Karno,...
Ganjar, Rano Karno, hingga Risma Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung
Mengenal Sistem Otda...
Mengenal Sistem Otda Kerajaan Majapahit, Pejabat Bawahan Wajib Setor Upeti ke Pusat
Melayat Bunda Iffet,...
Melayat Bunda Iffet, Ganjar: Sosok Ibu yang Mencintai Anaknya
Sertijab Gubernur Kalimantan...
Sertijab Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud: Dedikasi Pak Akmal Luar Biasa
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Rekomendasi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved