Menakar Peluang Provinsi Sumselbar, Presidium Klaim 7 Daerah Merespons Positif
Selasa, 21 Juli 2020 - 15:11 WIB
loading...
Presidium Pembentukan Provinsi Sumsel Barat gelar pertemuan dengan DPRD Lahat. Foto/Istimewa/Presidium Provinsi Sulselbar
A
A
A
PALEMBANG - Rencana pemekaran Provinsi Sumsel Barat semakin sering terdengar. Pergerakan Presidium yang terbentuk sejak 2019 lalu, semakin gencar dengan mendatangi pemerintah dan DPRD daerah yang akan menjadi wilayah provinsi pecahan Sumatera Selatan itu.
Presidium Pemekaran Sumsel Barat pun mengklaim telah mendatangi 7 dari 8 kabupaten/kota yang akan jadi wilayah Sumsel Barat. Hasilnya, setiap kabupaten/kota tersebut diklaim merespons positif rencana pemisahan dari Provinsi Sumsel. (BACA JUGA: Audiensi ORMAS Pemuda Sumsel, HD Minta Seluruh OKP Bersatu )
"Tujuh kabupaten/kota yang sudah kami datangi. Seperti Pagaralam, Lahat, Empat Lawang, PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Muara Enim, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas semuanya merespons positif, kecuali Muratara belum kami datangi," kata Sekretaris Presidium Pemekaran Sumsel Barat Hazairin Hanafiah di DPRD Lahat, Selasa (21/7/2020). (BACA JUGA: 20 Karyawan Bank Sumsel Babel Positif COVID-19 Diisolasi di Jakabaring )
Diketahui, presidium Pemekaran Sumsel Barat terbentuk 1 Desember 2019 lalu. Mantan Wali Kota Pagaralam dua periode, Djazuli Kuris ditunjuk sebagai Ketua Presidium.
Hazairin mengakui, saat ini moratorium pembentukan DOB (daerah otonomi baru) belum dibuka oleh pemerintah pusat. Namun, usulan harus diusulkan, sehingga saat moratorium dibuka usulan Provinsi Sumsel Barat sudah masuk.
"Ada yang mempermasalahkan moratorium. Kita ini mengintip, kalau Papua dibuka, kita sudah masuk. Tapi kalau Papua sudah masuk, kita baru akan mengusulkan, ketinggalan. Perjuangan ini masih panjang, mungkin setahun dua tahun kedepan. Kenapa masih panjang, karena masih memerlukan dukungan masyarakat," ujar Hazairin.
Ketua Presidium Pembentukan Provinsi Sumsel Barat Djazuli Kuris mengatakan, pembentukan Provinsi Sumsel Barat ini bukan wacana baru, namun menindak lanjuti dari para sesepuh.
Presidium Pemekaran Sumsel Barat pun mengklaim telah mendatangi 7 dari 8 kabupaten/kota yang akan jadi wilayah Sumsel Barat. Hasilnya, setiap kabupaten/kota tersebut diklaim merespons positif rencana pemisahan dari Provinsi Sumsel. (BACA JUGA: Audiensi ORMAS Pemuda Sumsel, HD Minta Seluruh OKP Bersatu )
"Tujuh kabupaten/kota yang sudah kami datangi. Seperti Pagaralam, Lahat, Empat Lawang, PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Muara Enim, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas semuanya merespons positif, kecuali Muratara belum kami datangi," kata Sekretaris Presidium Pemekaran Sumsel Barat Hazairin Hanafiah di DPRD Lahat, Selasa (21/7/2020). (BACA JUGA: 20 Karyawan Bank Sumsel Babel Positif COVID-19 Diisolasi di Jakabaring )
Diketahui, presidium Pemekaran Sumsel Barat terbentuk 1 Desember 2019 lalu. Mantan Wali Kota Pagaralam dua periode, Djazuli Kuris ditunjuk sebagai Ketua Presidium.
Hazairin mengakui, saat ini moratorium pembentukan DOB (daerah otonomi baru) belum dibuka oleh pemerintah pusat. Namun, usulan harus diusulkan, sehingga saat moratorium dibuka usulan Provinsi Sumsel Barat sudah masuk.
"Ada yang mempermasalahkan moratorium. Kita ini mengintip, kalau Papua dibuka, kita sudah masuk. Tapi kalau Papua sudah masuk, kita baru akan mengusulkan, ketinggalan. Perjuangan ini masih panjang, mungkin setahun dua tahun kedepan. Kenapa masih panjang, karena masih memerlukan dukungan masyarakat," ujar Hazairin.
Ketua Presidium Pembentukan Provinsi Sumsel Barat Djazuli Kuris mengatakan, pembentukan Provinsi Sumsel Barat ini bukan wacana baru, namun menindak lanjuti dari para sesepuh.
Lihat Juga :