Jabar Pastikan Siswa SMA/SMK Tidak Mampu Terima Bantuan Kuota Internet
Selasa, 21 Juli 2020 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
"Dana BOPD dan BOS itu kan ada kriterianya, seperti untuk belanja modal, barang jasa, dan non-personalia. Jadi, tidak semua untuk kuota internet. Nah, kita persilakan pihak sekolah mengambil dari dana tersebut untuk bantuan kuota internet. Jadi, nanti pihak sekolah bisa bekerja sama dengan penyedia internet sekaligus menentukan siapa saja siswa yang dinilai berhak mendapatkan bantuan tersebut," katanya.
Dedi juga mengingatkan bahwa pihak sekolah dan orang tua siswa harus mampu mengawasi penggunaan kuota internet bantuan tersebut. Dia berharap, pihak sekolah pun bisa mengatur teknis penggunaannya, agar bantuan kuota internet tersebut benar-benar digunakan untuk PJJ. "Termasuk orang tua, orang tua juga harus bisa mengawasi penggunaan bantuan tersebut karena program bantuan ini kan didasari keluhan dari mereka," katanya.
Dedi menambahkan, siswa SMA/SMK swasta juga bisa mendapatkan bantuan kuota internet dari sekolah masing-masing dengan sumber dana dari BOS dan kuota internet yang diberikan mengacu kepada kebijakan sekolah. Sedangkan untuk siswa di daerah yang sulit mengakses internet, pihaknya akan mengirimkan paket buku melalui PT Pos rumah siswa atau cara lainnya dengan mengumpulkan sejumlah siswa untuk belajar bersama di tempat yang memiliki fasilitas belajar.
Dedi juga mengingatkan bahwa pihak sekolah dan orang tua siswa harus mampu mengawasi penggunaan kuota internet bantuan tersebut. Dia berharap, pihak sekolah pun bisa mengatur teknis penggunaannya, agar bantuan kuota internet tersebut benar-benar digunakan untuk PJJ. "Termasuk orang tua, orang tua juga harus bisa mengawasi penggunaan bantuan tersebut karena program bantuan ini kan didasari keluhan dari mereka," katanya.
Dedi menambahkan, siswa SMA/SMK swasta juga bisa mendapatkan bantuan kuota internet dari sekolah masing-masing dengan sumber dana dari BOS dan kuota internet yang diberikan mengacu kepada kebijakan sekolah. Sedangkan untuk siswa di daerah yang sulit mengakses internet, pihaknya akan mengirimkan paket buku melalui PT Pos rumah siswa atau cara lainnya dengan mengumpulkan sejumlah siswa untuk belajar bersama di tempat yang memiliki fasilitas belajar.
(don)
Lihat Juga :