Asal Usul dan Sejarah Pesawaran, Wilayah Pemekaran Kabupaten Lampung Selatan
Rabu, 26 April 2023 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Asal Usul Nama dan Sejarah Kediri, Berasal dari Pembagian Kekuasaan
Adapun hasil penelitiannya Kabupaten Lampung Selatan Layak dimekarkan menjadi dua Kabupaten dengan Kabupaten Pemekaran adalah Kabupaten Pesawaran.
Dari beberapa tahapan kebijakan daerah, maka pada tanggal 17 Juli 2007 DPR RI menyetujui Pembentukan Kabupaten Pesawaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung.
Kabupaten tersebut berdiri dengan tujuh wilayah kecamatan, yaitu Gedong Tataan, Negeri Katon, Tegineneng, Way Lima, Padang Cermin, Punduh Pedada, dan Kedondong.
Kemudian sebagai tindak lanjut penetapan Undang-Undang Nomor : 33 Tahun 2007 Menteri dalam Negeri menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten/Kota melalui Surat Menteri dalam Negeri Nomor: 135/2051/SJ tanggal 31 Agustus 2007 dan pada tanggal 2 November 2007 Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Adapun hasil penelitiannya Kabupaten Lampung Selatan Layak dimekarkan menjadi dua Kabupaten dengan Kabupaten Pemekaran adalah Kabupaten Pesawaran.
Dari beberapa tahapan kebijakan daerah, maka pada tanggal 17 Juli 2007 DPR RI menyetujui Pembentukan Kabupaten Pesawaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung.
Kabupaten tersebut berdiri dengan tujuh wilayah kecamatan, yaitu Gedong Tataan, Negeri Katon, Tegineneng, Way Lima, Padang Cermin, Punduh Pedada, dan Kedondong.
Kemudian sebagai tindak lanjut penetapan Undang-Undang Nomor : 33 Tahun 2007 Menteri dalam Negeri menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten/Kota melalui Surat Menteri dalam Negeri Nomor: 135/2051/SJ tanggal 31 Agustus 2007 dan pada tanggal 2 November 2007 Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
(shf)
Lihat Juga :