Konversi Petani Plasma yang Belum Terealisaai Disoal
Selasa, 21 Juli 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
"Kehidupan petani plasma semakin terpuruk dengan dilanggarnya berbagai aturan, di antaranya mengenai bonus produksi, tingkat penghasilan yang rendah serta hak konversi lahan yang tidak jelas, sehingga tekanan kebutuhan hidup semakin berat dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok," ucapnya.
Dia menambahkan, berbagai usaha telah dilakukan, namun bukan kepastian yang petani plasma yanf didapatkan, malah berbagai tekanan dan intimidasi tanpa ada kepastian kapan konversi bisa dilakukan. Bahkan sampai ada warga yang dipenjara karena dianggap merusak aset negara.
"Proyek TIR dibangun di atas lahan seluas 350 ha. Di atasnya dibangun tambak plasma seluas 200 ha dan tambak inti seluas 50 ha. Proyek TIR juga dilengkapi dengan sarana perumahan, kantor, pabrik dan sarana lain seluas 100 ha, termasuk 200 unit rumah plasma dan 50 unit rumah inti," paparnya.
Saat reses, Ihsanudin mengaku banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasi mengenai persoalan proyek TIR ini. Dia mendorong, agar pemerintah segera merealisasikan hak petani plasma. Dokumen-dokumen pembangunan proyek TIR waktu pertama kali dibangun disiapkan sebagai bahan pengajuan konversi lahan untuk petani plasma kepada pemerintah.
"Jangan kebiri petani plasma Karawang. Kami meminta kepada pemerintah untuk merealisasikan hak-hak mereka yang telah dijanjikan," paparnya.
Dia menambahkan, berbagai usaha telah dilakukan, namun bukan kepastian yang petani plasma yanf didapatkan, malah berbagai tekanan dan intimidasi tanpa ada kepastian kapan konversi bisa dilakukan. Bahkan sampai ada warga yang dipenjara karena dianggap merusak aset negara.
"Proyek TIR dibangun di atas lahan seluas 350 ha. Di atasnya dibangun tambak plasma seluas 200 ha dan tambak inti seluas 50 ha. Proyek TIR juga dilengkapi dengan sarana perumahan, kantor, pabrik dan sarana lain seluas 100 ha, termasuk 200 unit rumah plasma dan 50 unit rumah inti," paparnya.
Saat reses, Ihsanudin mengaku banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasi mengenai persoalan proyek TIR ini. Dia mendorong, agar pemerintah segera merealisasikan hak petani plasma. Dokumen-dokumen pembangunan proyek TIR waktu pertama kali dibangun disiapkan sebagai bahan pengajuan konversi lahan untuk petani plasma kepada pemerintah.
"Jangan kebiri petani plasma Karawang. Kami meminta kepada pemerintah untuk merealisasikan hak-hak mereka yang telah dijanjikan," paparnya.
(don)
Lihat Juga :