Destinasi Paralayang Bukit Sungkroo Jadi Ikon Wisata Baru Mojokerto
Selasa, 21 Juli 2020 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Selain menjadikan ikon destinasi wisata baru, wisata paralayang di Desa Trawas diharapkan untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat, tentunya setelah resmi dibuka. Dalam hal ini, Pemdes Trawas juga bekerja sama dengan pihak Perhutani, lantaran lahan yang digunakan sebagian besar di bawah naungan Perhutani.
"Ini kita siapkan lahan seluas sekitar 8,5 hektare, area ini merupakan tanah kas desa (TKD) yang nantinya untuk landasan landing. Selain itu juga untuk area parkir, pujasera juga terminal untuk shuttle kendaraan khusus menuju puncak bukit Sungkroo," terangnya. (BACA JUGA: Sepatu Ini Sengaja Dirancang agar Tampak Kotor)
Namun demikian, merealisasikan destinasi wisata paralayang di bukit Sungkroo diakui Wuliyono memang tidak mudah. Sebab, anggaran yang dibutuhkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana terhitung lumayan besar. Seperti pembangunan landasan dan pujasera.
"Belum lagi untuk penyediaan peralatan serta pelatihan bagi warga desa yang nantinya akan dijadikan pilot. Sejauh ini, semua kebutuhan itu masih berusaha kita siapkan terlebih dahulu, sebelum destinasi wisata ini dibuka untuk masyarakat umum," paparnya. (BACA JUGA: Direksi Sarinah Dirombak, Menteri Erick Thohir Copot Dirut)
Kendati demikian, Wuliyono memastikan, bakal segera merealisasikan destinasi wisata olah raga paralayang di bukit Sungkroo ini. Pasca uji coba tersebut, Pemdes akan segera melakukan kordinasi dengan sejumlah pihak yang bersangkutan. Sehingga destinasi olah raga paralayang ini bisa dinikmati dan menjadi ikon wisata baru.
"Ini kita siapkan lahan seluas sekitar 8,5 hektare, area ini merupakan tanah kas desa (TKD) yang nantinya untuk landasan landing. Selain itu juga untuk area parkir, pujasera juga terminal untuk shuttle kendaraan khusus menuju puncak bukit Sungkroo," terangnya. (BACA JUGA: Sepatu Ini Sengaja Dirancang agar Tampak Kotor)
Namun demikian, merealisasikan destinasi wisata paralayang di bukit Sungkroo diakui Wuliyono memang tidak mudah. Sebab, anggaran yang dibutuhkan untuk menyiapkan sarana dan prasarana terhitung lumayan besar. Seperti pembangunan landasan dan pujasera.
"Belum lagi untuk penyediaan peralatan serta pelatihan bagi warga desa yang nantinya akan dijadikan pilot. Sejauh ini, semua kebutuhan itu masih berusaha kita siapkan terlebih dahulu, sebelum destinasi wisata ini dibuka untuk masyarakat umum," paparnya. (BACA JUGA: Direksi Sarinah Dirombak, Menteri Erick Thohir Copot Dirut)
Kendati demikian, Wuliyono memastikan, bakal segera merealisasikan destinasi wisata olah raga paralayang di bukit Sungkroo ini. Pasca uji coba tersebut, Pemdes akan segera melakukan kordinasi dengan sejumlah pihak yang bersangkutan. Sehingga destinasi olah raga paralayang ini bisa dinikmati dan menjadi ikon wisata baru.
(vit)
Lihat Juga :