4 Prajurit TNI Gugur di Nduga Papua, TNI Sebut KKB Sedang Cari Simpati
Rabu, 19 April 2023 - 22:47 WIB
loading...
Empat prajurit TNI gugur akibat serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAYAPURA - Serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Magi Mam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu (15/4/2023) mengakibatkan empat prajurit TNI gugur. Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Ndugama, Egianus Kogoya mengaku bertanggung jawab atas serangan brutal tersebut.
Baca juga: 4 Prajurit TNI yang Gugur Akibat Serangan Brutal KKB di Nduga Papua Ditemukan
Klaim TPNPB OPM tersebut, disampaikan juru bicara OPM, Sebby Sambom lewat siaran pers tertulis, Rabu (19/4/2023) malam. Menurut Sebby, Pengendali Manajemen Markas Pusat Komando Nasional, TPNPB OPM di bawah Pimpinan Kepala Staff Umum Mayjen Terryanus Satto pada Rabu (19/4/2023) telah menerima laporan resmi dari Pimpinan TPNPB-OPM dari Daerah Pertahanan III Ndugama Derakma Papua.
Di mana telah dilaporkan oleh Perek Jelas Kogoya melalui rekaman audio, yang menyebutkan telah berhasil menyerang pos militer Indonesia di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, dan berhasil menembak sejumlah anggota TNI.
Baca juga: 4 Prajurit Raider Kostrad Ditemukan Gugur di Nduga Papua, Kapendam Minta Doa
OPM atau lazim disebut KKB Papua tersebut, juga mengklaim telah merampas senjata anggota TNI dan juga amunisi. Dalam laporannya Perek Kogoya mengatakan, bahwa mereka telah berhasil merampas sembilan senjata yaitu, tiga pucuk senjata mesin, dua pucuk senjata jenis M16, dan empat pucuk senjata jenis SS1.
Sementara Kapuspen TNI, Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan, upaya yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) atau KKB Papua, adalah mencoba mencari simpati ke berbagai kalangan baik dalam dan luar negeri.
Baca juga: Demi Beras Gratis 5 Kg, Ratusan Emak-emak di Makassar Rela Antre Berdesakan
"Mereka juga berupaya mendeskreditkan Panglima TNI, karena baru kali ini Panglima TNI tegas jangan ragu-ragu ambil tindakan, dan menaikkan status siaga tempur, serta dukungan penuh operasi dan logistik. Posisi sebenarnya adalah mereka terdesak dengan strategi baru Panglima TNI," tegas Kapuspen.
Baca juga: 4 Prajurit TNI yang Gugur Akibat Serangan Brutal KKB di Nduga Papua Ditemukan
Klaim TPNPB OPM tersebut, disampaikan juru bicara OPM, Sebby Sambom lewat siaran pers tertulis, Rabu (19/4/2023) malam. Menurut Sebby, Pengendali Manajemen Markas Pusat Komando Nasional, TPNPB OPM di bawah Pimpinan Kepala Staff Umum Mayjen Terryanus Satto pada Rabu (19/4/2023) telah menerima laporan resmi dari Pimpinan TPNPB-OPM dari Daerah Pertahanan III Ndugama Derakma Papua.
Di mana telah dilaporkan oleh Perek Jelas Kogoya melalui rekaman audio, yang menyebutkan telah berhasil menyerang pos militer Indonesia di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, dan berhasil menembak sejumlah anggota TNI.
Baca juga: 4 Prajurit Raider Kostrad Ditemukan Gugur di Nduga Papua, Kapendam Minta Doa
OPM atau lazim disebut KKB Papua tersebut, juga mengklaim telah merampas senjata anggota TNI dan juga amunisi. Dalam laporannya Perek Kogoya mengatakan, bahwa mereka telah berhasil merampas sembilan senjata yaitu, tiga pucuk senjata mesin, dua pucuk senjata jenis M16, dan empat pucuk senjata jenis SS1.
Sementara Kapuspen TNI, Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan, upaya yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) atau KKB Papua, adalah mencoba mencari simpati ke berbagai kalangan baik dalam dan luar negeri.
Baca juga: Demi Beras Gratis 5 Kg, Ratusan Emak-emak di Makassar Rela Antre Berdesakan
"Mereka juga berupaya mendeskreditkan Panglima TNI, karena baru kali ini Panglima TNI tegas jangan ragu-ragu ambil tindakan, dan menaikkan status siaga tempur, serta dukungan penuh operasi dan logistik. Posisi sebenarnya adalah mereka terdesak dengan strategi baru Panglima TNI," tegas Kapuspen.
(eyt)
Lihat Juga :