825 Warga Gresik Terjangkau Program Kesehatan Mata PGN Saka
Selasa, 11 April 2023 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah sasaran pemeriksaan kesehatan mata 825 orang. Dari jumlah tersebut direkomendasikan dan diberikan kacamata gratis sebanyak 700 orang. Adapun sisanya sebanyak 125 orang dinyatakan sehat atau masih bisa diberikan pengobatan, tanpa harus pake kacamata.
Di antara masyarakat tersebut terdapat kelompok keluarga miskin dan kelompok yang sehari-harinya mendidik moralitas dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yaitu guru ngaji dan santri Pondok Pesantren Al-Muniroh Desa Pangkah Wetan.
“PGN Saka selalu berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Dengan falsafah Living in Harmony, PGN Saka bertekad menjadi tetangga yang baik bagi masyarakat di sekitar daerah operasi. Hal ini juga demi menjamin keberlangsungan operasi yang aman dan selamat,” ujar Stakeholder Relations Manager PGN Saka, Erry Affandi.
Nunung salah satu warga Desa Pangkah Kulon, merasa sangat terbantu untuk kesehariannya yang sudah sulit membaca. “Saya merasa sangat terbantu dan lebih percaya diri,” ujarnya.
Tak hanya itu, para santri di pondok pesantren, banyak yang merasa kesulitan ketika membaca al-quran. “Sekarang lebih nyaman, terasa lebih terang dan jelas ketika membaca Al-quran,” kata Farhatul Minah, siswi kelas 10 Madrasah Aliyah Al-Muniroh.
Di antara masyarakat tersebut terdapat kelompok keluarga miskin dan kelompok yang sehari-harinya mendidik moralitas dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yaitu guru ngaji dan santri Pondok Pesantren Al-Muniroh Desa Pangkah Wetan.
“PGN Saka selalu berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Dengan falsafah Living in Harmony, PGN Saka bertekad menjadi tetangga yang baik bagi masyarakat di sekitar daerah operasi. Hal ini juga demi menjamin keberlangsungan operasi yang aman dan selamat,” ujar Stakeholder Relations Manager PGN Saka, Erry Affandi.
Nunung salah satu warga Desa Pangkah Kulon, merasa sangat terbantu untuk kesehariannya yang sudah sulit membaca. “Saya merasa sangat terbantu dan lebih percaya diri,” ujarnya.
Tak hanya itu, para santri di pondok pesantren, banyak yang merasa kesulitan ketika membaca al-quran. “Sekarang lebih nyaman, terasa lebih terang dan jelas ketika membaca Al-quran,” kata Farhatul Minah, siswi kelas 10 Madrasah Aliyah Al-Muniroh.
Lihat Juga :