BNPT Gelar Dialog dengan Mantan Napiter di Palembang
Sabtu, 08 April 2023 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
“Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang kita anggap sebagai kebaikan, ternyata suatu kerusakan. Setiap perbedaan yang kita temui, kita bicarakan secara akademis dan mengakar. Kalau masih ada yang mengganjal di diri kita semua, mari kita kupas semua bersama-sama,” katanya.
Baca juga: Gantikan Eril saat Diwisuda di ITB, Ini Pesan Menyentuh Ridwan Kamil
Dia menyampaikan empat poin penting tentang proses radikalisasi, bentuk radikalisasi, alasan terjadinya radikalisasi, dan indikator radikalisasi.
Pertama, proses radikalisasi di Republik Indonesia sampai sekarang masih berjalan. Ciri-ciri proses radikalisasi antara lain anti ideologi negara atau Pancasila, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika, dan anti UUD 1945.
“Radikalisasi tersebut berbentuk intoleran, mengusung kekerasan, dan mengkafirkan orang lain,” tutur Sujatmiko menjelaskan poin kedua.
Sedangkan poin ketiga, berdasarkan hasil penelitian terhadap napiter di Indonesia, presentease paling tinggi mengapa napiter melakukan tindak pidana terorisme (proses radikalisasi) sebanyak 45,45 persen karena alasan ideologi.
Baca juga: Gantikan Eril saat Diwisuda di ITB, Ini Pesan Menyentuh Ridwan Kamil
Dia menyampaikan empat poin penting tentang proses radikalisasi, bentuk radikalisasi, alasan terjadinya radikalisasi, dan indikator radikalisasi.
Pertama, proses radikalisasi di Republik Indonesia sampai sekarang masih berjalan. Ciri-ciri proses radikalisasi antara lain anti ideologi negara atau Pancasila, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika, dan anti UUD 1945.
“Radikalisasi tersebut berbentuk intoleran, mengusung kekerasan, dan mengkafirkan orang lain,” tutur Sujatmiko menjelaskan poin kedua.
Sedangkan poin ketiga, berdasarkan hasil penelitian terhadap napiter di Indonesia, presentease paling tinggi mengapa napiter melakukan tindak pidana terorisme (proses radikalisasi) sebanyak 45,45 persen karena alasan ideologi.
Lihat Juga :