Tragedi Bintaro 1987, Musibah Terburuk dalam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia
Jum'at, 07 April 2023 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Tak sampai disitu, PPKA Sudimara, Djamhari juga mencoba memberhentikan kereta dengan menggerak-gerakkan sinyal, namun tidak berhasil. Upaya terakhirnya adalah dengan mengibarkan bendera merah. Namun sia-sia juga.
Djamhari sempat kembali ke stasiun sambil berusaha membunyikan semboyan genta darurat kepada penjaga perlintasan Pondok Betung. Sayangnya, kereta tetap melaju.
Saat diusut, ternyata kala itu penjaga perlintasan Pondok Betung tidak hafal dengan semboyan genta. Pada akhirnya, dua kereta api itu akhirnya bertabrakan di tikungan S ± Km 18.75. Kedua kereta hancur dan terguling.
Akibat tragedi berdarah ini, masinis KA 225 Slamet Suradio divonis 5 tahun penjara dan harus kehilangan pekerjaan. Nasib serupa juga dialami kondektur KA 225 Adung Syafei serta beberapa petugas lain.
Djamhari sempat kembali ke stasiun sambil berusaha membunyikan semboyan genta darurat kepada penjaga perlintasan Pondok Betung. Sayangnya, kereta tetap melaju.
Saat diusut, ternyata kala itu penjaga perlintasan Pondok Betung tidak hafal dengan semboyan genta. Pada akhirnya, dua kereta api itu akhirnya bertabrakan di tikungan S ± Km 18.75. Kedua kereta hancur dan terguling.
Akibat tragedi berdarah ini, masinis KA 225 Slamet Suradio divonis 5 tahun penjara dan harus kehilangan pekerjaan. Nasib serupa juga dialami kondektur KA 225 Adung Syafei serta beberapa petugas lain.
(bim)
Lihat Juga :