Ramalan Sunan Giri soal Mataram Membuat Raja Pajang Jaka Tingkir Was-was

Kamis, 06 April 2023 - 07:17 WIB
loading...
Ramalan Sunan Giri soal...
Raja Pajang Sultan Adiwijaya atau Jaka Tingkir diakhir hidup perang dengan anak angkatnya, Panembahan Senopati yang jadi Raja Mataram. Foto/Ilustrasi/History of Java
A A A
SUNAN GIRI konon pernah menemui Ki Gede Pamanahan ketika pelantikan Raja Pajang Jaka Tingkir yang bergelar Sultan Hadiwijaya. Saat itu Sunan Giri memang baru saja menghadiri undangan pelantikan Sultan Hadiwijaya dari Pajang yang dilantik menjadi raja.

Jamuan makan istimewa pun menjadi suguhan. Terlebih selain kedatangan Sunan Giri yang merupakan salah satu Walisongo atau penyebar agama Islam di Pulau Jawa, juga terdapat Sunan Prapen.

Baca juga: Kisah Akhir Hidup Jaka Tingkir Perang dengan Anak Angkatnya Sutawijaya

Setelah jamuan makan bersama, raja memberikan sambutan pertamanya ketika dilantik. Beberapa tamu undangan hendak pulang. Tetapi Ki Pamanahan yang datang dipanggil oleh Sunan Giri.

De Graaf pada bukunya "Puncak Kekuasaan Mataram : Politik Ekspansi Sultan Agung", menggambarkan bagaimana pertemuan antara Sunan Giri dengan Ki Ageng Pamanahan yang merupakan perintis tanah Mataram.

Sunan Giri memintanya agar mendekat, lalu mengucapkan ramalan: "Keturunan Ki Gede Mataram kelak akan memerintah seluruh rakyat Jawa. Bahkan Giri patuh pada Mataram."

Demikian ucapan Sunan Giri yang disampaikan ke Ki Ageng Pamanahan atau yang dikenal juga dengan Ki Gede Mataram.

Baca juga: Kisah Ki Ageng Pamanahan Membangun Tanah Mataram Menjadi Kerajaan Besar

Ki Pamanahan pun mengucapkan terima kasihnya kepada Sunan Giri. Ia pun menawarkan kerisnya untuk diberikan ke Sunan Giri, tetapi oleh Sunan Giri tidak diterimanya.

Setelah itu sang Raja Pajang tersebut memerintahkan agar menggali sebuah danau, dan perintahnya itu dipatuhi. Danau itu diberi nama Patut. Kemudian mereka semua diberi izin pulang kembali.

Sekembalinya Sunan Giri dari Pajang, timbullah reaksi beragam dari perkataan Sunan Giri. Sang Raja Pajang Jaka Tingkir yang dilantik pun dibuat terkejut akan perkataan Sunan Giri, perkataan itu seolah menjadi ramalan dan memang kerap kali ramalan itu terealisasi.

Maka sepulangnya Sunan Giri, Raja Pajang Jaka Tingkir ingin segera memadamkan bunga api itu, yang tak lain adalah Mataram. Tetapi ayahnya tidak mau melanggar keputusan Tuhan, dan takut akan akibatnya.

Di Mataram ramalan itu memberi alasan kepada Kiai Gede Mataram untuk mengeluarkan empat peraturan.

Serat Kandha (508-523) menurut De Graaf tidak memperlihatkan perbedaan yang penting. Tulisan itu lebih panjang lebar dan lebih berbunga-bunga. Ki Pamanahan membawa serta 100 orang, gustinya membawa 1.000 orang bersenjata.

Sultan Pajang juga naik gajah. Ditunjukkan dengan tegas bahwa Sultan Pajang sudah diangkat oleh rakyat Demak sebagai raja, jadi ia memohon pengukuhan Sunan Giri.

Maka, berlangsunglah penobatan yang khidmat di hadapan para bupati ujung timur Pulau Jawa. Sedangkan Sultan duduk di atas permadani.

Waktu diadakan selamatan setelah penobatan itu, Bupati Mataram memperlihatkan kesopanan yang jauh melebihi para hadirin lainnya. Daun-daun pisang pembungkus nasi dilipatnya dengan rapi dan tempatnya dibersihkannya kembali, sehingga tampak rapi dan menarik perhatian.

Setelah itu Sunan Giri mengucapkan ramalannya, dan Ki Gede Mataram lalu mencium kaki raja.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Sejarah Kerajaan-Kerajaan...
Sejarah Kerajaan-Kerajaan Islam dan Peninggalannya di Nusantara
AHY Serahkan Sertifikat...
AHY Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri
Ramalan Jayabaya Soal...
Ramalan Jayabaya Soal Teknologi Satu Persatu Terbukti Menjadi Kenyataan
Rekomendasi
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Berita Terkini
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved