Misteri Asal-usul Ponorogo dan Munculnya Orang-orang Berwatak Keras

Kamis, 06 April 2023 - 05:05 WIB
loading...
Misteri Asal-usul Ponorogo...
Makam Bathara Katong Bupati pertama Ponorogo. Foto: SINDOnews/Solichan Arif
A A A
ASAL-usul berdirinya Ponorogo Jawa Timur yang sebelumnya bernama Wengker tidak terlepas dari ketokohan Bathara Katong atau Lembu Kanigoro, yakni putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit yang telah memeluk Islam.

Bathara Katong merupakan bupati pertama Ponorogo yang pada tahun 1486 membabat hutan belantara sekaligus mendirikan istana kadipaten. Pada saat yang sama, muncul permukiman penduduk di sekitar ibu kota kadipaten.

Kendati demikian, sejarah nama Ponorogo masih menjadi misteri. Dalam buku Antara Lawu dan Wilis (2021), disebutkan, asal-usul nama Ponorogo berkaitan erat dengan perjalanan spiritual Bathara Katong.

“Ini berkaitan dengan kisah seorang pertapa yang ditemui oleh Bathara Katong saat dia melakukan perjalanan ke Ponorogo”.

Baca juga: Kisah Mistis Gunung Lawu yang Dikutuk oleh Prabu Brawijaya

Secara etimologis, Ponorogo berasal dari kata “Pan” dan “Rogo” yang bila disatupadukan bermakna “ngepanaken rogo” atau pengejaran suci.

Lebih jauh dijelaskan “pan” atau “Mapan” merupakan titik tujuan yang bagi orang Jawa kemampuan melupakan batasan tubuh fisik atau “rogo”. Hal itu sekaligus tingkat tertinggi yang menyatu dengan aspek ketuhanan.



Versi lain menyebut, nama Ponorogo terkait dengan Jogorogo, sebuah nama wilayah di sebelah utara Gunung Lawu, yakni terutama wilayah eks karesidenan Madiun.

Kata “Rogo” disetarakan dengan “Rowo”(rawa), dan “Pono” dengan “bono” yang diambil dari lanskap Buwono. Hal itu merujuk pada situasi wilayah Madiun yang dulunya merupakan rawa yang besar.

“Jogorogo dapat dipahami sebagai perbatasan rawa, sedangkan Ponorogo merupakan perubahan linguistik selanjutnya”.

Yang tidak kalah misterius lagi adalah fisik dan karakter atau watak orang-orang Ponorogo yang berbeda dengan orang-orang kabupaten lain di sekitarnya.

Baca juga: Kisah Raden Ayu Siti Khotijah, Putri Raja yang Dihukum Mati setelah Kepergok Salat Maghrib

Orang Ponorogo memiliki pribadi yang lebih mandiri, lebih sadar diri, lebih berani tapi juga gegabah, lebih bergairah, namun juga lebih kasar dibanding orang Jawa lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Perangai orang Ponorogo ada kemiripan dengan orang Madura. “Mereka merupakan orang yang segera siap untuk menarik pisau dan mendinginkan rasa dendam mereka dengan bacok”.

Adanya karakter yang keras atau brangasan itu diduga memiliki hubungan erat dengan tingginya angka kejahatan di Ponorogo pada masa lalu.

Hal itu terlacak dari banyaknya pagar batu di sekitar rumah dan sawah penduduk yang berfungsi untuk pengamanan dari perampokan dan pencurian.

Sebuah versi berkisah bahwa karakter orang-orang Ponorogo yang berbeda itu berhubungan dengan peristiwa penaklukan Bathara Katong terhadap Kiai Demang Kutu atau Ki Ageng Kutu yang terkenal sakti.

Baca juga: Asal Usul Nama dan Sejarah Jepara, Daerah Pusat Niaga Simbol Perlawanan Melawan Portugis

Ki Ageng Kutu yang bertempat tinggal di Desa Kutu (Kini Desa Singosaren, Jetis), seorang tokoh sakti yang bertahan dengan keyakinan lama. Ia mengajarkan ilmu magis kepada murid-muridnya yang terbagi atas dua kelompok.

Kelompok anak laki-laki yang dinamai jathil atau gemblak dan kelompok pria dewasa yang diberi nama warok. Bathara Katong yang merupakan utusan Raden Patah, Sultan Demak Bintoro membawa pasukan dari Demak dan lingkungan Majapahit.

Di antara pasukan itu tidak sedikit yang berasal dari Sampang, Madura. Mereka kemudian menetap di Ponorogo dan sekaligus membentuk pemukiman baru. Dalam pertempuran itu, Bathara Katong berhasil mengalahkan Ki Ageng Kutu.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Bekas Kutukan Berusia...
Bekas Kutukan Berusia 200 Juta Tahun Terlihat di Gurun Amerika
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Rekomendasi
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved