Usaha Kapolri Wujudkan Polisi Humanis Dipandang Mulai Terasa di Masyarakat
Rabu, 05 April 2023 - 15:23 WIB
loading...
Berbagai macam program dan arahan terus digaungkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan persepsi Polisi Humanis di Masyarakat. (Ist)
A
A
A
BOGOR - Berbagai macam program dan arahan terus digaungkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan persepsi Polisi Humanis di Masyarakat. Untuk mewujudkannya, dengan melalui pendekatan preventif dan preemtif yang telah dilakukan Korps Bhayangkara selama ini.
Anggota Kompolnas, Poengky Indarti menilai, tujuan Polisi yang humanis adalah harapan masyarakat sejak Reformasi. Setelah Orde Baru, Polri dan TNI disatukan dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), lalu dipisahkan.
"Pada masa Orde Baru, anggota Polri direkrut dan dididik sebagai angkatan bersenjata, sehingga wataknya menjadi militeristik. Ketika menghadapi masyarakat, yang dilakukan adalah pendekatan keamanan yang mengedepankan kekerasan dan arogan," kata Poengky, dalam keteranganya Rabu (5/4/2023).
Oleh karena itu, setelah Reformasi, Polri mulai melakukan Reformasi Polri, yang terdiri dari tiga bentuk, yaitu Reformasi Struktural, Reformasi Instrumental, dan Reformasi Kultural.
Di antaranya, reformasi struktural menempatkan Polri di bawah Presiden, lalu reformasi instrumental mengubah aturan-aturan Polri menjadi aturan Polisi sipil yang demokratis dan menghormati HAM, dan reformasi kultural perubahan pola pikir dan tingkah laku anggota menjadi polisi sipil yang humanis.
Anggota Kompolnas, Poengky Indarti menilai, tujuan Polisi yang humanis adalah harapan masyarakat sejak Reformasi. Setelah Orde Baru, Polri dan TNI disatukan dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), lalu dipisahkan.
"Pada masa Orde Baru, anggota Polri direkrut dan dididik sebagai angkatan bersenjata, sehingga wataknya menjadi militeristik. Ketika menghadapi masyarakat, yang dilakukan adalah pendekatan keamanan yang mengedepankan kekerasan dan arogan," kata Poengky, dalam keteranganya Rabu (5/4/2023).
Oleh karena itu, setelah Reformasi, Polri mulai melakukan Reformasi Polri, yang terdiri dari tiga bentuk, yaitu Reformasi Struktural, Reformasi Instrumental, dan Reformasi Kultural.
Di antaranya, reformasi struktural menempatkan Polri di bawah Presiden, lalu reformasi instrumental mengubah aturan-aturan Polri menjadi aturan Polisi sipil yang demokratis dan menghormati HAM, dan reformasi kultural perubahan pola pikir dan tingkah laku anggota menjadi polisi sipil yang humanis.
Lihat Juga :