Tujuh Niang Mengisahkan Kehidupan Orang Manggarai

Selasa, 21 Juli 2020 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Malam itu juga, dengan petunjuk musang, Maro dan warga meninggalkan kampung Popo dan mengungsi ke tempat yang aman. Dari tempat persembunyian, mereka melihat kampung mereka dibumihanguskan oleh warga kampung tetangga. Setelah mereka mendapatkan tempat pemukiman baru bernama Liho, musang itu pun pergi. Sejak kejadian itu, keturunan Maro berjanji untuk tidak berburu dan memakan daging musang. Itu sebagai wujud terima kasih atas jasa musang. Dari Liho, mereka ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu. (Baca: Sasak Beusi, Misteri Wanita Bergaun Merah dan Sejarah dari Masa ke Masa)

Di Golo Pandu, Maro bermimpi bertemu roh leluhur yang memberi petunjuk agar mereka menetap di suatu tempat yang ditunjuk dan tidak boleh berpindah lagi. Tempat itu letaknya tidak jauh dari Golo Pandu. Di tempat ini terdapat sungai dan mata air yang menjadi sumber air bersih warga. Itulah Wae Rebo sekarang, kampung sejuk yang kerap diselimuti awan. Wae Rebo sering dijuluki Kampung di Atas Awan.


Tujuh Rumah Niang


Rumah-rumah dan kampung Wae Rebo representasi rumah dan kampung orang Manggarai, Flores. Kampung dibentuk dengan rumah-rumah yang dibangun mengelilingi sebuah ruang kehidupan bersama yang disebut natas (halaman tengah), tempat bermain dan melaksanakan acara adat.

Di tengah natas ada compang (mesbah atau altar) yang terbuat dari batu-batu ceper disusun melingkar berundak. Mesbah ini menjadi tempat persembahan di saat ada ritual adat. Diyakini, leluhur akan datang ke mesbah setiap kali warga melakukan ritual adat yang melibatkan leluhur. (Baca: Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara)

Sama seperti fungsi dan model rumah orang Manggarai umumnya, rumah di Wae Rebo pun demikian. Rumah adat Wae Rebo berbentuk khas. Bagian bawah atau ruangan dalam berbentuk bulat dan bagian atas mengerucut beratapkan ijuk. Di kampung ini ada tujuh niang atau rumah adat, yakni Niang Gena Mandok, Niang Gena Jekong, Niang Gena Ndorom, Niang Gendang Maro, Niang Gena Pirong, Niang Gena Jintam, dan Niang Gena Maro.

Niang Gendang Maro adalah rumah adat utama, diyakini tempat leluhur pertama yang datang dari Minangkabau. Bangunan itu setinggi sekitar 14 meter, jauh lebih tinggi dari 6 niang lainnya. Pada Niang Gendang Maro ada tanda khusus di ujung kerucut atap, yakni kepala kerbau yang ditancapkan di atap yang disebut Ngando. Kepala kerbau menandakan bahwa kampung itu sudah dikukuhkan secara adat dengan darah kerbau.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Kemenpar Apresiasi BPJPH...
Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
Wakil Ketua Komisi VII:...
Wakil Ketua Komisi VII: Gelaran Tona Sian Huta Angkat Opera Batak ke Panggung Nasional
Libur Panjang, Monas...
Libur Panjang, Monas Diserbu 4.009 Pengunjung, 129 di Antaranya Wisatawan Mancanegara
Mau Berkunjung ke Dufan...
Mau Berkunjung ke Dufan Ancol? Ini Rekomendasi Wahana Ekstrem sampai Ramah Anak
Mau Liburan Lebih Berkesan?...
Mau Liburan Lebih Berkesan? Ini 5 Travel Essential yang Wajib Masuk Koper
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Rekomendasi
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved