Asal Usul Nama dan Sejarah Karanganyar, Dibentuk Pangeran Sambernyawa sebagai Wujud Semangat Baru Melawan Penjajah

Senin, 03 April 2023 - 19:52 WIB
loading...
Asal Usul Nama dan Sejarah...
Karanganyar merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Ibu kotanya di Kecamatan Karanganyar yang terletak 14 Km dari sebelah timur Kota Solo. Foto/karanganyarkab.go.id
A A A
KARANGANYAR - KARANGANYAR merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota dari kabupaten ini adalah Kecamatan Karanganyar yang terletak sekitar 14 Km dari sebelah timur Kota Solo.

Wilayah Karanganyar berbatasan dengan beberapa daerah seperti Kabupaten Sragen di utara, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi di timur, Kabupaten Wonogiri di selatan, serta Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah barat.

Baca juga: Wakapolres Karanganyar Selamat dari Serangan OTK

Sejak awal terbentuknya menjadi wilayah kabupaten, Karanganyar telah mengalami berbagai peristiwa sejarah yang menarik untuk diketahui. Beberapa di antaranya terkait dengan asal usul nama dan sejarahnya.

Asal Usul Nama Karanganyar

Untuk asal usul nama Karanganyar sendiri terdapat dua versi. Pertama karena ada pembaruan nama dari padepokan Nyi Karang menjadi Karanganyar yang memiliki makna sebagai bentuk semangat baru dalam melawan penjajah.

Kedua, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa R.M Said memberikan nama kabupaten tersebut berdasarkan singkatan dari wangsitnya yakni "Kawibawaan Rangkepan wahvu sina Anvar "vana.

Sejarah Karanganyar

Sebelum menjadi wilayah kabupaten, Karanganyar terbentuk dari struktur pemerintahan desa kecil pada masa perjuangan Raden Mas Said tahun 1741 hingga 1757 Masehi.

Baca juga: Gibran Sungkem Minta Maaf, Ganjar Beri Wejangan yang Menyentuh

Pada waktu itu Raden Mas Said dikenal sebagai sosok pangeran Sambernyawa yang menjadikan beberapa daerah kekuasaannya sebagai pusat perlawanan terhadap Belanda.

Beberapa daerah yang dijadikan sebagai pusat perlawanan di antaranya adalah daerah Nglaroh, daerah Sembuyan, dan daerah Matesih, yang kemudian menjadi titik sejarah dan awal dari proses pertumbuhan perintahan.

Berdasarkan pada Staatsblad Nomor 30 tahun 1847, tanggal 5 Juni 1847, Kabupaten Anom (Onderregent) Karanganyar diresmikan menjadi wilayah kabupaten bersama dengan 2 (dua) Kabupaten Anom lain, yaitu Kabupaten Anom Wonogiri dan Anom Malangjiwan, yang berada dalam wilayah pemerintahan Kadipaten Mangkunegaran.

Pada awal pemerintahannya, setiap Kabupaten Anom, termasuk pada Kabupaten Anom Karanganyar dibentuk Kantor Urusan Pemerintahan, Kantor Urusan Pengadilan, Kantor Urusan Kepolisian, dan Kantor Urusan Perkebunan.

Kemudian di tahun 1917, melalui Rijksblad Mangkunegaran nomor 37 dibentuk 2 (dua) Kabupaten, yaitu Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.

Tidak lama setelahnya atau pada tanggal 18 November 1917, Kanjeng Gusti Pangeran Arya Mangkunegara VII melantik KRMT. Hardjo Hasmoro sebagai Bupati Karanganyar pertama.

Untuk mengembangkan wilayah pemerintahannya, berdasarkan Rijksblad Mangkunagaran Nomor 10 tahun 1923, Kabupaten Karanganyar kemudian membagi wilayahnya menjadi 3 (tiga) Kawedanan yang terdiri dari 14 wilayah kapanewon atau kecamatan yaitu :

1. Kawedanan Karanganyar
2. Kawedanan Karangpandan
3. Kawedanan Jumapolo

Memasuki awal kemerdekaan, Kabupaten Karanganyar mengalami pertambahan wilayah. Terdapat tiga kapanewon yang masuk menjadi bagian Kabupaten ini. Tiga Kapanewon tersebut adalah Kapanewon Malangjiwan (sekarang Kecamatan Colomadu), Kapanewon Kaliyoso (sekarang Gondangrejo), dan Kapanewon Jenawi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Banjir dan Longsor Kepung...
Banjir dan Longsor Kepung Jateng: 3 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Rekomendasi
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved