Tolak Atlet Israel, Bung Karno dengan Gagah Berpidato di Gelanggang Ganefo
Senin, 03 April 2023 - 04:05 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Indonesia, yakni khususnya Soekarno, Ganefo adalah pertaruhan besar. Karenanya Menteri Olah Raga Maladi yang dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab, harus sukses melaksanakannya.
Soekarno ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia bukan bangsa paria di bidang olah raga. Kemampuan olah raga ada dalam otot belikat orang Indonesia. Namun bagaimana menata dengan baik sekaligus menaikkan ke level prestasi dunia, tugas pemerintah mengorganisasikan secara terarah dan terpimpin.
"Maladi, engkau aku jadikan Menteri Olah Raga, dan perintahku kepadamu ialah buatlah seluruh bangsa Indonesia ini sport-minded. Kuperintahkan: gerakkan, gerakkan seluruh bangsa Indonesia dan seluruh bangsa New Emerging Forces ini dengan cara yang sehebat-hebatnya," kata Bung Karno.
Baca juga: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobster Senilai Rp9 Miliar
Menteri Maladi mampu membuktikan diri sebagai pelaksana ajang olahraga dunia yang baik. Dengan persiapan yang hanya 200 hari, Ganefo diikuti sebanyak 51 negara. Termasuk negara Jepang, Belanda, Perancis, dan Uni Soviet mengirimkan atletnya ke Jakarta. Total seluruh atlet peserta Ganefo sebanyak 2.700 atlet.
Gebyar Ganefo terlihat di mana-mana, terutama ibu kota Jakarta. Hampir semua orang Indonesia memperbincangkannya. Spanduk-spanduk dengan kalimat-kalimat slogan tentang Ganefo, bertebaran.
"Ganefo Gagasan Bung Karno Menjadi Milik Dunia", "Ganefo Penjebol Oldefos", "Ganefo Kemauan Sejarah", "Berlomba dan Bersahabat dalam Ganefo". dan "Dengan Iman Teguh Ganefo Pasti Sukses".
Bung Karno berhasil menjadikan Ganefo sebagai gerakan semesta, yang bukan hanya dilakukan pemerintah, namun juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya branding yang besar. Untuk kesuksesan Ganefo, muncul penggalangan dana amal Ganefo yang tidak hanya di Jakarta, tapi sumbangan juga mengalir dari daerah-daerah.
Soekarno ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia bukan bangsa paria di bidang olah raga. Kemampuan olah raga ada dalam otot belikat orang Indonesia. Namun bagaimana menata dengan baik sekaligus menaikkan ke level prestasi dunia, tugas pemerintah mengorganisasikan secara terarah dan terpimpin.
"Maladi, engkau aku jadikan Menteri Olah Raga, dan perintahku kepadamu ialah buatlah seluruh bangsa Indonesia ini sport-minded. Kuperintahkan: gerakkan, gerakkan seluruh bangsa Indonesia dan seluruh bangsa New Emerging Forces ini dengan cara yang sehebat-hebatnya," kata Bung Karno.
Baca juga: Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobster Senilai Rp9 Miliar
Menteri Maladi mampu membuktikan diri sebagai pelaksana ajang olahraga dunia yang baik. Dengan persiapan yang hanya 200 hari, Ganefo diikuti sebanyak 51 negara. Termasuk negara Jepang, Belanda, Perancis, dan Uni Soviet mengirimkan atletnya ke Jakarta. Total seluruh atlet peserta Ganefo sebanyak 2.700 atlet.
Gebyar Ganefo terlihat di mana-mana, terutama ibu kota Jakarta. Hampir semua orang Indonesia memperbincangkannya. Spanduk-spanduk dengan kalimat-kalimat slogan tentang Ganefo, bertebaran.
"Ganefo Gagasan Bung Karno Menjadi Milik Dunia", "Ganefo Penjebol Oldefos", "Ganefo Kemauan Sejarah", "Berlomba dan Bersahabat dalam Ganefo". dan "Dengan Iman Teguh Ganefo Pasti Sukses".
Bung Karno berhasil menjadikan Ganefo sebagai gerakan semesta, yang bukan hanya dilakukan pemerintah, namun juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya branding yang besar. Untuk kesuksesan Ganefo, muncul penggalangan dana amal Ganefo yang tidak hanya di Jakarta, tapi sumbangan juga mengalir dari daerah-daerah.
Lihat Juga :