Jalani Karantina Wilayah, Warga Tulungagung Dikucilkan Gara-gara Corona

Selasa, 28 April 2020 - 20:45 WIB
loading...
Jalani Karantina Wilayah,...
Tampak paket sembako yang dibagikan kepada warga Desa Jabalsari, Sumbergempol, Tulungagung, yang tengah menjalani karantina wilayah Covid-19. Foto/ist
A A A
TULUNGAGUNG - Pemulihan psikologis dibutuhkan warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, yang saat ini menjalani karantina wilayah akibat Covid-19. Tidak hanya stigma dan pengucilan. Beberapa warga Desa Jabalsari yang tengah beraktifitas ekonomi di luar desa juga mengalami pengusiran.

"Butuh pemulihan psikologis. Karena stigma di luar terhadap masyarakat kita (Desa Jabalsari) begitu menyakitkan, "ujar Arif Rahman juru bicara Pemerintah Desa Jabalsari kepada wartawan Selasa (28/4/2020).

Menyusul adanya satu warga positif Covid-19, dan 15 warga lain yang berkontak erat juga dinyatakan positif, Desa Jabalsari langsung diberlakukan karantina wilayah.

Kebijakan karantina wilayah berlangsung selama 14 hari, yakni mulai Minggu (26/4) hingga 7 Mei. Seluruh akses keluar masuk desa diawasi secara ketat. Untuk kebutuhan pangan Pemkab Tulungagung membagikan bantuan sembako ke warga. Sejauh ini 500 paket sembako untuk tahap pertama.

Arif Rahman mencontohkan stigma yang menimpa warga Jabalsari dengan menceritakan insiden yang terjadi di Pasar Ngunut dan Tamanan Kota Tulungagung. Karena diketahui sebagai warga Desa Jabalsari, beberapa pedagang dipaksa menghentikan jualannya dan diminta pulang. Desakan itu muncul dari pedagang lain yang khawatir setiap warga Jabalsari akan membawa virus Corona.

"Ya itu kejadian di lapangan. Yang jualan (warga Desa Jabalsari), oleh teman temannya di pasar tidak boleh jualan dan disuruh pulang, "ungkap Arif Rahman. Bagi Arif Rahman, stigma yang terjadi tidak bisa dibiarkan begitu saja. Hal itu mengingat dari sebanyak 7.000 warga Jabalsari 10 persennya bekerja sebagai pedagang di luar desa.

"Image warga kami jatuh karena stigma. Belum lagi dampak ekonomi, "keluhnya. Arif Rahman berharap setelah karantina berakhir dan Jabalsari dinyatakan aman, ada upaya pemkab dan kecamatan yang bekerjasama dengan desa, melakukan pemulihan psikologis warga.

Termasuk juga meningkatkan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak melakukan pengucilan, bully maupun persekusi kepada warga yang memiliki riwayat COVID-19. Sebab sejauh ini, kata Arif Rahman belum ada pendampingan psikologis terhadap warga.

"Intinya bagaimana Corona yang terjadi tidak membawa dampak lebih jauh lagi, "terang Arif. Dalam kesempatan itu Arif juga mengatakan pihak desa yang berkoordinasi dengan puskesmas dan satgas Covid-19 juga menerbitkan surat keterangan sehat kepada warga. Surat sehat diberikan warga yang usai menjalani rapid test dan dinyatakan negatif.

Keberadaan surat sehat juga menjadi salah satu solusi melawan stigma yang muncul di masyarakat "Karena keterbatasan rapid test, ada warga yang sudah mengantongi surat sehat. Ada yang belum, "katanya. Sementara soal bantuan sembako, selain dari Pemkab Tulungagung yang tahap pertama 500 paket, Desa Jabalsari juga mendapat bantuan dari para donatur.

Menurut Arif Rahman, satu paket sembako diperkirakan hanya untuk memenuhi kebutuhan selama 2-3 hari. Dengan mempertimbangkan dampak COVID-19 dirasakan seluruh warga, terutama pada sektor ekonomi, kata Arif Rahman seluruh warga Jabalsari dimasukkan data penerima bantuan. "Karena seluruh warga Jabalsari telah terdampak, "pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awal Tahun 2022, Sumsel...
Awal Tahun 2022, Sumsel Diprediksi Bebas COVID-19
Kemenkumham Salurkan...
Kemenkumham Salurkan Puluhan Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak COVID-19
Jelang Lebaran, Kota...
Jelang Lebaran, Kota Medan Disemprot Cairan Disinfektan Skala Besar dan Masif
Cegah Virus Varian Baru...
Cegah Virus Varian Baru dari Luar Negeri, Khofifah: 3.636 Pekerja Migran Telah Kami Isolasi
Nikmati Waktu di Rumah...
Nikmati Waktu di Rumah Aja dengan Mocktail Enak dan Menyegarkan
Terkini COVID-19 di...
Terkini COVID-19 di Palembang, 48 Orang Positif Terpapar
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved