Penuh Toleransi, Begini Pelaksanaan Salat Tarawih saat Nyepi di Denpasar Bali
Rabu, 22 Maret 2023 - 21:34 WIB
loading...
Salat tarawih perdana, tetap dilaksanakan di Masjid Sadar yang ada di Jalan Raya Tukad Tegal Wangi, Gang Kenanga, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, di tengah ibadah Nyepi. Foto/iNews TV/Fery Fadly
A
A
A
DENPASAR - Suasana penuh toleransi sangat terasa saat umat muslim menggelar salat tarawih perdana di Kota Denpasar, Bali, Rabu (22/2/2033) malam. Mereka menggelar salat tarawih dengan penuh keheningan, dan pencahayaan yang terbatas, untuk menghormati umat Hindu yang tengah menjalani Nyepi.
Baca juga: Salat Tarawih Pertama Jamaah Padati Masjid KH Ahmad Dahlan Gresik
Meski dalam keterbatasan pencahayaan, dan tanpa pengerah suara, serta hanya bisa datang ke masjid dengan berjalan kaki, tidak menyurutkan umat muslim untuk tetap menjalankan salat tarawih perdana. Mereka berbondong-bondong datang ke Masjid Sadar di Jalan Raya Tukad Tegal Wani, Gang Kenanga, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.
Mereka mentaati kesepakatan bersama antara Majelis Dewan Adat (MDA) Bali, dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali. Dalam kesepakatan bersama tersebut, umat muslim tetap diperbolehkan menggelar salat tarawih di tengah perayaan Nyepi.
Baca juga: Bule Bentak Pecalang di Bali Ternyata Kehabisan Uang dan Ajak Teman Wanita Kemah di Pantai
Para jamaah mendatangi Masjid Sadar, dengan berjalan kaki dan tidak menimbulkan keramaian. Mereka tidak berjalan dengan cara bergerombol. Selama jalannya salat tarawih, tidak ada pengeras suara dan hanya menggunakan pencahayaan yang terbatas.
![Penuh Toleransi, Begini Pelaksanaan Salat Tarawih saat Nyepi di Denpasar Bali]()
Demi keamanan dan kelancaran pelaksanaan salat tarawih perdana, para pecalang juga turut hadir memberikan penjagaan. Para pencalang juga terlihat begitu akrab dengan para jamaah yang akan melaksanakan salat tarawih. Mereka saling bertegur sapa, dan sesekali saling menebar senyuman.
Baca juga: 4 Masjid Tertua di Sulawesi Utara Saksi Peradaban Islam
Menurut Ketua Umum Masjid Sadar, Badrut Taman, salat tarawih sebagai rangkaian ibadah Ramadan tetap digelar dengan memperhatikan kegiatan umat Hindu yang tengah melaksanakan Nyepi.
![Penuh Toleransi, Begini Pelaksanaan Salat Tarawih saat Nyepi di Denpasar Bali]()
"Sesuai dengan imbauan dari tokoh-tokoh agama yang berada di Bali, kami tetap melaksanakan ibadah dengan menjaga toleransi dan keharmonisasian antar umat beragama," terangnya.
Baca juga: Sering Bersetubuh Sebelum Dimutilasi, Ini Fakta Pembunuhan yang Gemparkan Yogyakarta
Badrut Tamam mengatakan, jamaah yang mengikuti salat tarawih rata-rata berasal dari sekitar masjid, sementara yang jauh dari masjid disarankan untuk melaksanakan salat tarawih di rumah masing-masing.
![Penuh Toleransi, Begini Pelaksanaan Salat Tarawih saat Nyepi di Denpasar Bali]()
"Kalaupun ada jamaah yang ingin datang ke masjid untuk menjalankan salat tarawih, diminta untuk berkomunikasi dengan pecalang, sehingga tidak sampai mengganggu kegiatan Nyepi umat Hindu," ungkapnya.
Baca juga: Bak Pecahan Surga, Ini Kecantikan Air Terjun Terumbun di Hutan Kepulauan Anambas
Selama ini, dia mengaku toleransi terus terjaga dan semua umat saling menghormati. Setiap kegiatan di masjid, juga melibatkan para pecalang dan masyarakat adat, sehingga keharmonisan dapat terus terjaga.
Baca juga: Salat Tarawih Pertama Jamaah Padati Masjid KH Ahmad Dahlan Gresik
Meski dalam keterbatasan pencahayaan, dan tanpa pengerah suara, serta hanya bisa datang ke masjid dengan berjalan kaki, tidak menyurutkan umat muslim untuk tetap menjalankan salat tarawih perdana. Mereka berbondong-bondong datang ke Masjid Sadar di Jalan Raya Tukad Tegal Wani, Gang Kenanga, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.
Mereka mentaati kesepakatan bersama antara Majelis Dewan Adat (MDA) Bali, dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali. Dalam kesepakatan bersama tersebut, umat muslim tetap diperbolehkan menggelar salat tarawih di tengah perayaan Nyepi.
Baca juga: Bule Bentak Pecalang di Bali Ternyata Kehabisan Uang dan Ajak Teman Wanita Kemah di Pantai
Para jamaah mendatangi Masjid Sadar, dengan berjalan kaki dan tidak menimbulkan keramaian. Mereka tidak berjalan dengan cara bergerombol. Selama jalannya salat tarawih, tidak ada pengeras suara dan hanya menggunakan pencahayaan yang terbatas.

Demi keamanan dan kelancaran pelaksanaan salat tarawih perdana, para pecalang juga turut hadir memberikan penjagaan. Para pencalang juga terlihat begitu akrab dengan para jamaah yang akan melaksanakan salat tarawih. Mereka saling bertegur sapa, dan sesekali saling menebar senyuman.
Baca juga: 4 Masjid Tertua di Sulawesi Utara Saksi Peradaban Islam
Menurut Ketua Umum Masjid Sadar, Badrut Taman, salat tarawih sebagai rangkaian ibadah Ramadan tetap digelar dengan memperhatikan kegiatan umat Hindu yang tengah melaksanakan Nyepi.

"Sesuai dengan imbauan dari tokoh-tokoh agama yang berada di Bali, kami tetap melaksanakan ibadah dengan menjaga toleransi dan keharmonisasian antar umat beragama," terangnya.
Baca juga: Sering Bersetubuh Sebelum Dimutilasi, Ini Fakta Pembunuhan yang Gemparkan Yogyakarta
Badrut Tamam mengatakan, jamaah yang mengikuti salat tarawih rata-rata berasal dari sekitar masjid, sementara yang jauh dari masjid disarankan untuk melaksanakan salat tarawih di rumah masing-masing.

"Kalaupun ada jamaah yang ingin datang ke masjid untuk menjalankan salat tarawih, diminta untuk berkomunikasi dengan pecalang, sehingga tidak sampai mengganggu kegiatan Nyepi umat Hindu," ungkapnya.
Baca juga: Bak Pecahan Surga, Ini Kecantikan Air Terjun Terumbun di Hutan Kepulauan Anambas
Selama ini, dia mengaku toleransi terus terjaga dan semua umat saling menghormati. Setiap kegiatan di masjid, juga melibatkan para pecalang dan masyarakat adat, sehingga keharmonisan dapat terus terjaga.
(eyt)
Lihat Juga :