Kisah Lawang Borotan, Pintu Belakang Saksi Bisu Kepergian SMB II
Minggu, 19 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Perbaikan dilakukan untuk menjadikan Lawang Borotan sebagai destinasi wisata kampung tua BKB. "Sudah sewajarnya Lawang Borotan akan kita jadikan icon wisata di Palembang karena sejarahnya," ungkapnya.
Hampir setiap pengunjung yang ditemui mengakui kagum dengan kesultanan Palembang, melihat dari bentuk gerbang atau Lawang Borotan yang setinggi sekitar tujuh meter, lebar sekitar empat meter itu.
Karena mengesankan gagah dan berani, terbukti Belanda harus mengasingkan SMB II beserta keluarga ke Ternate hingga akhir hayatnya untuk menghentikan perlawanannya. (Baca juga:Monumen Plataran Saksi Bisu Perjuangan Taruna Akmil Jaga Kemerdekaan)
Lawang Borotan terdiri dua pilar atau semacam tiang besar dan dua daun pintu dari kayu yang tebal.Tinggi daun pintunya saja sekitar empat motor yang terlihat sangat kuat dan berat. Baik bangunan beton maupun daun pintu semuanya masih asli.
Jika masuk bagian dalam pintu ruangan kecil sebelum menuju dalam keraton atau benteng yang kini tidak ada lagi. Karena bagian dalam benteng telah menjadi pemukiman dan bagian depannya yang menghadapi Sungai Musi adalah bagian Markas Kesdam II Sriwijaya.
Hampir setiap pengunjung yang ditemui mengakui kagum dengan kesultanan Palembang, melihat dari bentuk gerbang atau Lawang Borotan yang setinggi sekitar tujuh meter, lebar sekitar empat meter itu.
Karena mengesankan gagah dan berani, terbukti Belanda harus mengasingkan SMB II beserta keluarga ke Ternate hingga akhir hayatnya untuk menghentikan perlawanannya. (Baca juga:Monumen Plataran Saksi Bisu Perjuangan Taruna Akmil Jaga Kemerdekaan)
Lawang Borotan terdiri dua pilar atau semacam tiang besar dan dua daun pintu dari kayu yang tebal.Tinggi daun pintunya saja sekitar empat motor yang terlihat sangat kuat dan berat. Baik bangunan beton maupun daun pintu semuanya masih asli.
Jika masuk bagian dalam pintu ruangan kecil sebelum menuju dalam keraton atau benteng yang kini tidak ada lagi. Karena bagian dalam benteng telah menjadi pemukiman dan bagian depannya yang menghadapi Sungai Musi adalah bagian Markas Kesdam II Sriwijaya.
(boy)
Lihat Juga :