Pembangunan Surabaya Belum Merata, Ini Jurus Wawali Whisnu Sakti
Sabtu, 18 Juli 2020 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan itu, warga juga curhat kepada Whisnu, terkait dengan kondisi kampungnya selama pandemi melanda. Mereka sudah kewalahan, dalam menangani secara pribadi dan swadaya dalam pengurusan Kampung Tangguh COVID-19. Maka dari itu, mereka meminta Pemkot untuk turun tangan membantu mereka.
Sementara, Whisnu Sakti menjelaskan menyoal keluhan proses pavingisasi bakal ditindaklanjuti. "Termasuk soal PJU. Tolong nanti serahkan alamatnya saja dimana. Biar diurus DKRTH," katanya.
WS (Whisnu Sakti Buana) menerangkan, selama ini proses pemerataan pembangunan di wilayah Surabaya terus dilakukan. Meski diakui hal tersebut belum maksimal.
"Ke depan gagasan saya untuk dana Rp50 juta/RT dan Rp100 juta/RT ini bisa jadi solusi. Bagaimana warga kampung bisa berdaulat membangun kampungnya sendiri," terang politisi PDIP yang maju dalam Kontestasi Pilwali Surabaya 2020 ini.
Di sisi lain, pasangan Risma dalam Pilkada 2015 lalu ini menjelaskan, jika Pemkot Surabaya, masih memiliki kewalahan dalam mengurus COVID-19. Maka dari itu, ia berharap warga sabar menunggu dalam pembanhunan infrastruktur.
"Saat ini memang agak susah. Hampir semua anggaran digeser ke COVID-19. Tapi saya usahakan untuk menyampaikan itu ke dinas yang terkait," kata Whisnu.
Sementara, Whisnu Sakti menjelaskan menyoal keluhan proses pavingisasi bakal ditindaklanjuti. "Termasuk soal PJU. Tolong nanti serahkan alamatnya saja dimana. Biar diurus DKRTH," katanya.
WS (Whisnu Sakti Buana) menerangkan, selama ini proses pemerataan pembangunan di wilayah Surabaya terus dilakukan. Meski diakui hal tersebut belum maksimal.
"Ke depan gagasan saya untuk dana Rp50 juta/RT dan Rp100 juta/RT ini bisa jadi solusi. Bagaimana warga kampung bisa berdaulat membangun kampungnya sendiri," terang politisi PDIP yang maju dalam Kontestasi Pilwali Surabaya 2020 ini.
Di sisi lain, pasangan Risma dalam Pilkada 2015 lalu ini menjelaskan, jika Pemkot Surabaya, masih memiliki kewalahan dalam mengurus COVID-19. Maka dari itu, ia berharap warga sabar menunggu dalam pembanhunan infrastruktur.
"Saat ini memang agak susah. Hampir semua anggaran digeser ke COVID-19. Tapi saya usahakan untuk menyampaikan itu ke dinas yang terkait," kata Whisnu.
Lihat Juga :