Kitab-kitab Kuno Dipamerkan di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat
Senin, 20 Maret 2023 - 04:14 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, TIC ini disiapkan untuk memberikan pelayanan kepariwisataan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat. "Di TIC ini, kami siapkan satu orang petugas pemandu wisata lokal yang akan memandu wisatawan selama perjalanan berwisata di Pulau Penyengat," ujar Nazri.
Terpisah, Sejarawan Kepri, Aswandi Syahri menerangkan, di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini tersimpan perpustakaan yang dibuka Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi sekitar tahun 1892. "Sampai sekarang kitab-kitab peninggalan perpustakaan itu, dapat kita lihat dan kini sedang dipamerkan di rumah sotoh Masjid Raya Sultan Riau Penyengat," katanya.
Pulau Penyengat, kata dia, juga pernah menjadi pusat literasi sastra Melayu yang terkenal pada abad 19 hingga awal abad 20. Karena menjadi pusat literasi itulah, Belanda melihat Pulau Penyengat sangat potensial pada bidang bahasa. "Kemudian menjadikan bahasa Melayu Riau, sebagai sumber bahasa yang akan digunakan di sekolah-sekolah yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia," ujar Aswandi.
Terpisah, Sejarawan Kepri, Aswandi Syahri menerangkan, di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini tersimpan perpustakaan yang dibuka Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi sekitar tahun 1892. "Sampai sekarang kitab-kitab peninggalan perpustakaan itu, dapat kita lihat dan kini sedang dipamerkan di rumah sotoh Masjid Raya Sultan Riau Penyengat," katanya.
Pulau Penyengat, kata dia, juga pernah menjadi pusat literasi sastra Melayu yang terkenal pada abad 19 hingga awal abad 20. Karena menjadi pusat literasi itulah, Belanda melihat Pulau Penyengat sangat potensial pada bidang bahasa. "Kemudian menjadikan bahasa Melayu Riau, sebagai sumber bahasa yang akan digunakan di sekolah-sekolah yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia," ujar Aswandi.
(eyt)
Lihat Juga :