Kisah Pembangunan Kompleks Makam Imogiri Diawali Tirakat Sultan Agung Penguasa Mataram
Sabtu, 18 Maret 2023 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan kompleks pemakaman Imogiri ini juga diiringi cerita tirakat Sultan Agung sebelumnya. Saat itu Sinuhun Pangeran Hanyokrowati (Sinuhun Sedo Krapyak) meninggal dunia akibat kecelakaan saat berburu di hutan Krapyak, putranya yang bernama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom atau yang disebut dengan Sultan Agung, justru sedang pergi menjalankan tirakat ke pegunungan Selatan.
Oleh karenanya sebagai wakil pemegang pemerintahan, ialah Gusti Pangeran Martopuro. Setelah satu tahun lamanya beliau bertirakat, maka ia pulang dari pegunungan tersebut sebab ia sudah lama dicari-cari oleh penghulu Katangan, yang sebelumnya belum menjadi penghulu. Baca juga: Misteri Petilasan Raden Wijaya, Makam Raja Majapahit yang Sering Didatangi Pejabat
Maka setelah selesai menjalani tirakat, pada tahun 1627, pemegang kekuasaan Mataram pasca Pangeran Hanyokrowati, dialihkan ke Sultan Agung yang bernama Prabu Hanyokrokusuma. Pasca menyerahkan kekuasaan Mataram ke Pangeran Hanyokrokusuma, Pangeran Martopuro pergi meninggalkan kerajaan Mataram menuju Ponorogo.
Ketika Hanyokrokusuma masih menjalani tirakat, atas permintaan rakyat, wakil dari Pangeran Adipati Anom, yaitu Pangeran Purboyo memerintahkan penghulu Ketegan untuk mencari Pangeran Hanyokrokusuma tersebut. Akhirnya ditemukanlah sang pangeran yang sedang bertapa di Gunung Kidul. Ia kemudian dibawa pulang ke kerajaan.
Singkat cerita ketika Sultan Agung memerintah di Istana Mataram ia memulai pembangunan kompleks pemakaman raja-raja di Pegunungan Girilaya, yang terletak di sebelah timur laut Imogiri yang digunakan sebagai makam-makam raja.
Oleh karenanya sebagai wakil pemegang pemerintahan, ialah Gusti Pangeran Martopuro. Setelah satu tahun lamanya beliau bertirakat, maka ia pulang dari pegunungan tersebut sebab ia sudah lama dicari-cari oleh penghulu Katangan, yang sebelumnya belum menjadi penghulu. Baca juga: Misteri Petilasan Raden Wijaya, Makam Raja Majapahit yang Sering Didatangi Pejabat
Maka setelah selesai menjalani tirakat, pada tahun 1627, pemegang kekuasaan Mataram pasca Pangeran Hanyokrowati, dialihkan ke Sultan Agung yang bernama Prabu Hanyokrokusuma. Pasca menyerahkan kekuasaan Mataram ke Pangeran Hanyokrokusuma, Pangeran Martopuro pergi meninggalkan kerajaan Mataram menuju Ponorogo.
Ketika Hanyokrokusuma masih menjalani tirakat, atas permintaan rakyat, wakil dari Pangeran Adipati Anom, yaitu Pangeran Purboyo memerintahkan penghulu Ketegan untuk mencari Pangeran Hanyokrokusuma tersebut. Akhirnya ditemukanlah sang pangeran yang sedang bertapa di Gunung Kidul. Ia kemudian dibawa pulang ke kerajaan.
Singkat cerita ketika Sultan Agung memerintah di Istana Mataram ia memulai pembangunan kompleks pemakaman raja-raja di Pegunungan Girilaya, yang terletak di sebelah timur laut Imogiri yang digunakan sebagai makam-makam raja.
(don)
Lihat Juga :