Kisah Pembangunan Kompleks Makam Imogiri Diawali Tirakat Sultan Agung Penguasa Mataram

Sabtu, 18 Maret 2023 - 09:32 WIB
loading...
Kisah Pembangunan Kompleks...
Penguasa Kerajaan Mataram Sultan Agung membangun kompleks pemakaman raja di Imogiri. Pemakaman ini terletak di atas perbukitan yang konon pembangunannya diawali sebuah proses tirakat oleh Sultan Agung. Foto ilustrasi
A A A
Penguasa Kerajaan Mataram Sultan Agung membangun kompleks pemakaman raja di Imogiri. Pemakaman ini terletak di atas perbukitan yang konon pembangunannya diawali sebuah proses tirakat oleh Sultan Agung sendiri. Sebelumnya Mataram tidak memiliki kompleks pemakaman raja-raja.

Hal ini membuat Sultan Agung mulai berpikir mendirikannya di masa pemerintahannya. Nama Imogiri sendiri berasal dari kata "hima" yang berarti kabut dan "giri" yang berarti gunung. Imogiri bisa diartikan sebagai gunung yang diselimuti oleh kabut, sebagaimana dikutip dari "Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II", dari Peri Mardiyono. Baca juga: Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral 9 Perawan Cantik Pengiring Ritual Raja Jawa Bercinta dengan Ratu Laut Selatan

Pemilihan bukit sebagai lokasi makam tidak bisa dilepaskan dari konsep masyarakat Jawa sebelum Hindu yang memandang bukit, atau tempat yang tinggi, sebagai suatu tempat yang sakral, agung dan menjadi tempat bersemayamnya roh-roh leluhur.

Selain itu, pemilihan lokasi di tempat yang tinggi ini juga merupakan salah satu bentuk kepercayaan masyarakat Hindu yang menganggap semakin tinggi sebuah tempat pemakaman, maka akan semakin tinggi pula derajat kemuliaannya.

Pasarean Imogiri dibangun pada tahun 1632, pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, yang berkuasa pada 1613-1645. Pembangunan kompleks makam ini dipimpin oleh Kiai Tumenggung Citrokusumo. Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara Hindu dan Islam dengan ciri utama bata merah yang mendominasi area makam bagian atas yang mengedepankan arsitektur Islam, abad ke-17.

Sementara itu batu bata yang menyusun bangunan Pasarean Imogiri sengaja tidak direkatkan menggunakan spesi khusus seperti semen. Dugaan yang muncul bahwa batu-batu bata tersebut disusun dengan metode kosod, di mana permukaan bata yang satu digosokkan dengan permukaan bata yang lain dengan diberi sedikit air hingga keluar semacam cairan pekat.

Cairan pekat ini yang kemudian melekatkan bata satu dengan bata yang lainnya. Metode kosod itu bisa dimungkinkan karena adanya campuran khusus dalam bata masa itu yang tidak lagi terdapat pada bata masa kini.

Pembangunan kompleks pemakaman Imogiri ini juga diiringi cerita tirakat Sultan Agung sebelumnya. Saat itu Sinuhun Pangeran Hanyokrowati (Sinuhun Sedo Krapyak) meninggal dunia akibat kecelakaan saat berburu di hutan Krapyak, putranya yang bernama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom atau yang disebut dengan Sultan Agung, justru sedang pergi menjalankan tirakat ke pegunungan Selatan.

Oleh karenanya sebagai wakil pemegang pemerintahan, ialah Gusti Pangeran Martopuro. Setelah satu tahun lamanya beliau bertirakat, maka ia pulang dari pegunungan tersebut sebab ia sudah lama dicari-cari oleh penghulu Katangan, yang sebelumnya belum menjadi penghulu. Baca juga: Misteri Petilasan Raden Wijaya, Makam Raja Majapahit yang Sering Didatangi Pejabat

Maka setelah selesai menjalani tirakat, pada tahun 1627, pemegang kekuasaan Mataram pasca Pangeran Hanyokrowati, dialihkan ke Sultan Agung yang bernama Prabu Hanyokrokusuma. Pasca menyerahkan kekuasaan Mataram ke Pangeran Hanyokrokusuma, Pangeran Martopuro pergi meninggalkan kerajaan Mataram menuju Ponorogo.

Ketika Hanyokrokusuma masih menjalani tirakat, atas permintaan rakyat, wakil dari Pangeran Adipati Anom, yaitu Pangeran Purboyo memerintahkan penghulu Ketegan untuk mencari Pangeran Hanyokrokusuma tersebut. Akhirnya ditemukanlah sang pangeran yang sedang bertapa di Gunung Kidul. Ia kemudian dibawa pulang ke kerajaan.

Singkat cerita ketika Sultan Agung memerintah di Istana Mataram ia memulai pembangunan kompleks pemakaman raja-raja di Pegunungan Girilaya, yang terletak di sebelah timur laut Imogiri yang digunakan sebagai makam-makam raja.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
2.000 Lebih Petak Makam...
2.000 Lebih Petak Makam Baru Akan Dibuka di TPU Kebon Nanas
Banjir dan Longsor Sumatera...
Banjir dan Longsor Sumatera Berdampak ke Area Pemakaman, Sejumlah Jasad Ditemukan Tim Pencarian
Kebut Penyaluran BLT...
Kebut Penyaluran BLT Kesra 2025 di Mataram, Pos Indonesia Lakukan Ini
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Rekomendasi
Asian Boxing U19 & U23...
Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026, Perbati Pastikan Penyelenggaraan Berstandar Internasional
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Aib Piala Dunia 2026,...
Aib Piala Dunia 2026, Joe Hart Semprot Wasit Laga Prancis vs Paraguay: Sangat Memalukan
Berita Terkini
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved