Mandor Pembangunan Masjid Raya Seikh Zayed Solo Belum Dibayar, Ini Penjelasan Waskita Karya
Jum'at, 17 Maret 2023 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
"Jumlahnya keseluruhan utangnya mencapai Rp100 juta. Utang tersebut bukan hanya untuk makan para pekerja, tetapi juga pembelian rokok, serta makanan tambahan saat lembur," ungkap Dian.
Wanita berkacamata itu mengungkapkan, pada awal pembangunan Masjid Raya Al Zayed Solo, yakni pada pertengahan tahun 2020 pembayaran dari para mandor cukup lancar. Pembayaran mulai tersendat ketika memasuki pertengahan 2021 hingga akhir 2022.
"Pembayaran ada perjanjian di awal, yakni akan dibayar perusahaan setiap dua minggu sekali. Kenyataannya tidak dua minggu sekali, tetapi sampai empat minggu sekali. Saat terbayarkan, uangnya tidak cukup untuk membayar warung dan anak buah," ujarnya.
Baca juga: Batam Jadi Surga Pemburu Barang Bekas Impor, Ini Faktanya!
Menurut Dian, ada salah seorang mandor berinisial G asal Demak, mengatakan kepadanya jika Waskita belum memberikan uang kepadanya untuk gaji para pekerja, dan biaya makan pekerja. "Kalau mandor dari Demak ini katanya belum menerima uang dari Waskita. Itu sampai anak buah tidak terbayarkan," ungkapnya.
"Saya pribadi tidak sampai hati mereka harus jalan kaki dari Demak, ke sini saya beri uang saku Rp50 ribu. Yang penting kalian bisa pulang, nanti kalau ada informasi mandor saya kabari. Itu akhir 2022," beber Dian.
Wanita berkacamata itu mengungkapkan, pada awal pembangunan Masjid Raya Al Zayed Solo, yakni pada pertengahan tahun 2020 pembayaran dari para mandor cukup lancar. Pembayaran mulai tersendat ketika memasuki pertengahan 2021 hingga akhir 2022.
"Pembayaran ada perjanjian di awal, yakni akan dibayar perusahaan setiap dua minggu sekali. Kenyataannya tidak dua minggu sekali, tetapi sampai empat minggu sekali. Saat terbayarkan, uangnya tidak cukup untuk membayar warung dan anak buah," ujarnya.
Baca juga: Batam Jadi Surga Pemburu Barang Bekas Impor, Ini Faktanya!
Menurut Dian, ada salah seorang mandor berinisial G asal Demak, mengatakan kepadanya jika Waskita belum memberikan uang kepadanya untuk gaji para pekerja, dan biaya makan pekerja. "Kalau mandor dari Demak ini katanya belum menerima uang dari Waskita. Itu sampai anak buah tidak terbayarkan," ungkapnya.
"Saya pribadi tidak sampai hati mereka harus jalan kaki dari Demak, ke sini saya beri uang saku Rp50 ribu. Yang penting kalian bisa pulang, nanti kalau ada informasi mandor saya kabari. Itu akhir 2022," beber Dian.
Lihat Juga :