Keluarga Korban Penganiayaan Taruna Akmil di Medan Tolak Berdamai

Kamis, 16 Maret 2023 - 16:39 WIB
loading...
Keluarga Korban Penganiayaan...
Keluarga dari Teuku Shehan Arifa Pasha yang menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum taruna Akmil, menolak berdamai dengan keluarga terduga pelaku. Foto/iNews TV/Ahmad Ridwan Nasution
A A A
MEDAN - Keluarga dari Teuku Shehan Arifa Pasha yang menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum taruna Akademi Militer (Akmil), menolak berdamai dengan keluarga terduga pelaku. Mereka pun telah melaporkan kasus itu ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan.

Korban diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Baca juga: Remaja di Medan Gangguan Otak setelah Dianiaya Taruna Akmil, Keluarga Lapor Denpom

Teuku Yose Mahmudin Akbar paman sekaligus juru bicara keluarga Teuku Shehan, membeberkan alasan mereka menolak perdamaian yang diinginkan keluarga terduga pelaku.

Mereka juga menepis kabar yang disebut-sebut meminta uang damai. Sebab, saat mediasi antara keluarga korban dan keluarga terduga pelaku tidak ada menyebutkan nominal uang damai.

"Inti mediasi itu bukan bahas soal uang damai," kata Teuku Yose, Kamis (16/3/2023).

Dia menjelaskan, saat mediasi dihadiri kedua belah pihak pada 2 Maret 2023. Ada 3 poin dalam surat perdamaian, pertama ZE mengakui melakukan pemukulan dan meminta maaf, dan 5 orang lain diduga ikut melakukan penganiayaan juga meminta maaf.

Baca juga: Padangsidimpuan Gempar, Video Penganiayaan Remaja Putri Viral

"Versi mereka meminta maaf, bukan sebagai pelaku. Kedua, seluruhnya ada enam orang, dan mereka juga sudah meminta maaf," terangnya.

Poin ketiga, ada uang akan diberikan keluarga terduga pelaku, namun tidak disebutkan beberapa nominal. Karena, kondisi pertemuan sudah berjalan secara kekeluargaan.

"Uang dari mereka (keluarga pelaku) istilahnya uang upah-upah mau kasih. Karena suasana sangat cair, abang saya bilang terserah.Mereka bilang Rp 10 juta," terangnya.

"Lalu, bapak korban tanya sama mediator, cocok Rp10 juta? Tidak, lah. Mediator bilang, pasnya Rp50 juta. Mereka (keluarga terduga pelaku) bilang, biasanya kami Rp15 juta, di atas itu tidak bisa. Habis itu tidak cakap lagi," lanjutnya.

Selepas dari pertemuan itu, Yose memiliki niat baik dengan mengajak mediator bersama kedua keluarga untuk bertemu kembali. Tetapi keluarga terduga pelaku menolak dengan alasan tidak diketahui.

"Tidak ada niat kami memeras. Mungkin miss komunikasi saja. Tapi, pihak mereka bilang tentukan nominal baru duduk. Yang mukul siapa, kok dia marah," ucapnya.

Menurut Yose, niat baik keluarga korban diasumsikan berbeda. Dengan tegas dia mengatakan keluarga korban bukan pemeras. Karena hal itu keluarga korban menempuh jalur hukum, membuat laporan ke Denpom 1/5 Medan dan Polrestabes Medan.

"Kami bukan keluarga pemeras. Jangan anggap kami seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, orang tua terduga pelaku penganiayaan, Kompol Zulkarnain, menyebut dugaan penganiayaan terjadi Sabtu, 18 Februari 2023, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, korban mengendarai mobil tiba-tiba dicegat terduga pelaku di Kompleks Taman Setia Budi Indah Medan.

"Diduga melakukan pemukulan itu bukan ZE anak saya yang Taruna Akmil, tapi adiknya, ZZ," ucapnya.

Zulkarnain menuturkan, pemicu dugaan penganiayaan dikarenakan korban mengganggu pacar dari ZE.

"Nah, yang kesal dengan korban, ZZ, karena telah mengganggu pacar abangnya," sebutnya.

Selaku ayah ZE dan ZZ, Zulkarnain mencoba melakukan mediasi dengan keluarga korban, namun tidak memenuhi jalan keluar. Dia tidak memungkiri awalnya memang ada arah pembicaraan untuk berdamai.

"Tapi, tapi jalan buntu. Kita berusaha bagaimana supaya tetap bisa mediasi," ungkapnya.

Diungkapkan Zulkarnain, selaku orang tua dirinya menyerahkan proses hukum yang sudah dilaporkan korban ke Denpom 1/5 Medan dan Polrestabes Medan.

"Kita sudah ada niat baik untuk damai, namun belum bisa disanggupi," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Terungkap, Selebgram...
Terungkap, Selebgram Woodyrman Mabuk saat Hajar Warga Negara Brunei di Blok M
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved