Rekrut Calon Anggota MRP, Tokoh Masyarakat: Harus Berideologi Pancasila dan Berwawasan Kebangsaan
Kamis, 16 Maret 2023 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Ondo Herman Yoku, Pdt Dr Yones Wenda, selaku Sekretaris Umum Sinode Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua sepakat bahwa calon anggota MRP baik di Papua maupun provinsi baru, harus benar-benar diseleksi, utamanya terkait ideologi dan wawasan kebangsaan.
"Kita sudah merdeka dalam bingkai NKRI sehingga mari bekerja bersama-sama untuk membangun Papua. Kalau menurut saya MRP bukan bicara tentang Papua Merdeka dan bicara kepentingan pribadi, namun berbicara NKRI dan mendukung kebijakan negara," tegasnya. Baca juga: Temui Mahfud MD, MRP Serahkan Masukan Keputusan Kultural
Diakuinya, menjadi anggota MRP harus tunduk dan taat terhadap aturan negara, mendukung pembangunan dan program pemerintah.
"Saya juga mau maju dari sumber agama, tujuan saya masuk menjadi anggota MRP untuk mendukung tugas pemerintah di daerah dan tujuan masuk melalui bidang agama untuk mendukung juga semua agama yang ada di Papua saling bekerja sama," bebernya.
Karena itu, dia berharap tim seleksi tidak salah memilih. Sebab, jika salah memilih maka akan ada potensi mendukung Papua Merdeka. "Saya perlu ingatkan kepada tim seleksi agar dapat melihat orang tersebut membela negara dan mengikuti keputusan negara atau tidak," pungkasnya.
"Kita sudah merdeka dalam bingkai NKRI sehingga mari bekerja bersama-sama untuk membangun Papua. Kalau menurut saya MRP bukan bicara tentang Papua Merdeka dan bicara kepentingan pribadi, namun berbicara NKRI dan mendukung kebijakan negara," tegasnya. Baca juga: Temui Mahfud MD, MRP Serahkan Masukan Keputusan Kultural
Diakuinya, menjadi anggota MRP harus tunduk dan taat terhadap aturan negara, mendukung pembangunan dan program pemerintah.
"Saya juga mau maju dari sumber agama, tujuan saya masuk menjadi anggota MRP untuk mendukung tugas pemerintah di daerah dan tujuan masuk melalui bidang agama untuk mendukung juga semua agama yang ada di Papua saling bekerja sama," bebernya.
Karena itu, dia berharap tim seleksi tidak salah memilih. Sebab, jika salah memilih maka akan ada potensi mendukung Papua Merdeka. "Saya perlu ingatkan kepada tim seleksi agar dapat melihat orang tersebut membela negara dan mengikuti keputusan negara atau tidak," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :