alexametrics

Harga Turun, Penjualan Elpiji 12 Kg di Klaten Stagnan

loading...
Harga Turun, Penjualan Elpiji 12 Kg di Klaten Stagnan
Sri Sumanto, pemilik pangkalan elpiji di Jalan Mayor Kusmanto, Klaten mengecek tabung elpiji 12 kg, kemarin. Penurunan harga oleh Pertamina tidak berdampak signifikan pada peningkatan penjualan elpiji tersebut.
A+ A-
KLATEN - Penurunan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram (kg) oleh Pertamina sekitar Rp6.700 ternyata tidak berdampak untuk penjualan di Klaten. Penjualan elpiji 12 kg di pangkalan masih tetap sama seperti sebelumnya.

Sri Sumanto, salah satu pemilik pangkalan elpiji di Jalan Mayor Kusmanto, Klaten mengatakan, pengguna elpiji sudah banyak yang beralih ke elpiji melon 3 kg sejak konversi bahan bakar gas beberapa tahun lalu. Karena itu, penurunan harga elpiji 12 kg tidak mendapat reaksi positif di pasaran. “Belum terlihat perubahannya, karena di Klaten lebih banyak pengguna elpiji 3 kg yang dijual bebas.

Apalagi ada yang mendatangkan (elpiji 3 kg) dari Boyolali dan Sukoharjo. Jadi pengguna elpiji 12 kg makin sedikit karena mulai beralih,” ungkapnya saat ditemui di pangkalannya, kemarin. Disebutkan, dalam sebulan untuk elpiji 12 kg hanya habis 16–20 tabung. Berbeda jauh dengan elpiji 3 kg yang dalam sehari bisa habis ratusan tabung. “Tadi 300 tabung, masih ada 120 tabung,” ucapnya.



Sumanto menuturkan, sebelum turun sekitar Rp6.700 pihaknya masih menjual elpiji 12 kg dengan harga kisaran Rp139.000. Sedangkan elpiji 3 kg maksimal Rp15.500. Senada dikemukakan pemilik pangkalan di Klaten Utara, Sudirin. Menurutnya, penurunan elpiji 12 kg tidak berdampak signifikan untuk penjualannya.

Setiap bulan, dia hanya menyetok 2–5 elpiji 12 kg. Lain halnya dengan elpiji 3 kg yang bisa laku 30 tabung per hari. “Itu mau turun sampai Rp30.000 pun enggak begitu ngaruh. Karena sudah pada pindah ke 3 kg. Tabung gede (12 kg) sudah ditukarkan dengan yang kecil 3 kg,” kata dia.

Sementara itu, salah satu pemilik warung makan, Dewi Anggraini, mengaku sudah beralih ke elpiji 3 kg. Tabung elpiji 12 kg yang sudah kosong dibiarkan teronggok di sudut dapurnya. Dewi beralasan, penggunaan elpiji 3 kg lebih hemat ketimbang 12 kg. Jika elpiji 12 kg sekitar Rp140.000, maka dia cukup mengeluarkan separuhnya untuk volume gas yang sama 12 kg dengan tabung 3 kg.

“Dulu pakai (elpiji) 12 kg, tapi kemudian ganti pakai yang (elpiji) 3 kg. Karena ya lebih murah. Kalaupun turun Rp6.000- an tetap pilih pakai 3 kg. Turun Rp6.000 kalau di sini jatuhnya juga masih Rp130.000 lebih,” tandasnya.

Endah budi karyati
(bbg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak