Gunung Merapi Erupsi, dalam 6 Jam Terjadi 69 Gempa Guguran
Sabtu, 11 Maret 2023 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Hingga saat ini, Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, berada pada level III atau siaga. Potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong, sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km, dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: 5 Tewas Akibat Bus Tabrak 2 Truk di Rembang, Sopir Jadi Tersangka
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut jarak luncuran erupsi Gunung Merapi kali ini, merupakan yang terjauh kedua sejak krisis erupsi Gunung Merapi tahun 2020. Di mana jarak luncurnya mencapai 4 km.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa mengungkapkan, dalam setahun terakhir aktivitas seismig dan awan panas cenderung mengarah ke barat daya. Di mana jarak paling jauh terjadi hari ini yaitu 4 km. Pada 2021, ada yang lebih jauh yaitu di Gendol dengan jarak 5 km. "Ya hari ini terjauh kedua sejak 2021," ungkapnya.
Dia menyebut jika hingga pukul 16.00 WIB, terjadi 24 kali rentetan guguran awan panas dengan jarak maksimal 4 km. Namun untuk memastikan jarak luncurnya tersebut, saat ini ada tim BPPTKG yang turun ke lapangan yang mengukur jarak luncur menggunakan drone.
Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km, dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: 5 Tewas Akibat Bus Tabrak 2 Truk di Rembang, Sopir Jadi Tersangka
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut jarak luncuran erupsi Gunung Merapi kali ini, merupakan yang terjauh kedua sejak krisis erupsi Gunung Merapi tahun 2020. Di mana jarak luncurnya mencapai 4 km.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa mengungkapkan, dalam setahun terakhir aktivitas seismig dan awan panas cenderung mengarah ke barat daya. Di mana jarak paling jauh terjadi hari ini yaitu 4 km. Pada 2021, ada yang lebih jauh yaitu di Gendol dengan jarak 5 km. "Ya hari ini terjauh kedua sejak 2021," ungkapnya.
Dia menyebut jika hingga pukul 16.00 WIB, terjadi 24 kali rentetan guguran awan panas dengan jarak maksimal 4 km. Namun untuk memastikan jarak luncurnya tersebut, saat ini ada tim BPPTKG yang turun ke lapangan yang mengukur jarak luncur menggunakan drone.
Lihat Juga :