alexametrics

Cerita Pagi

Goda Istri Orang, Raja Jayanegara Dibunuh Tabib (Bagian-2)

loading...
Saat bertemu amancanagara atau pejabat tinggi kerajaan, mereka bertanya soal keberadaan raja Jayanegara. Oleh Gajah Mada dijawab sudah tewas diserang pasukan RA Kuti. Maka, pecah lah tangis mereka.

"Diam lah, tidakkah tuan-tuan menghendaki RA Kuti sebagai raja? " tanya Gajah Mada seperti dikutip dalam buku 'Biografi Politik Gajah Mada’ karangan Agus Aris Munandar.

Tapi, mereka menjawab Kuti bukan lah raja yang mereka sembah. Mendapat jawaban itu, Gajah Mada mengaku bahwa raja masih hidup di Desa Badander dan dia meminta bantuan pejabat tinggi kerajaan untuk mengalahkan RA Kuti.

Sayang dalam Pararaton tidak dijelaskan, bagaimana siasat Gajah Mada dalam menewaskan RA Kuti. Setelah itu kerajaan Majapahit berangsur aman.

Setelah itu raja menyadari kelicikan dan hasutan Mahapatih. Menurut Pararaton raja pun memerintahkan menangkap Mahapatih dan dibunuh dengan cara cineleng-celeng, mungkin ditafsirkan seperti memburu celeng atau babi hutan.

Sejak itu Kerajaan Majapahit berangsur aman. Hubungan dengan China dan negara lain dilakukan. Itu terlihat dari berbagai prasasti yang menceritakan hubungan Majapahit dengan negara lain saat itu.

Raja Jayanagera diketahui meninggal 1328 yang dibunuh Tanca seorang Dharmaputra yang bertindak sebagai tabib istana. Hal itu dijabarkan secara jelas dalam serat Pararaton.

"Istri Tanca menyiarkan berita, bahwa dia diperlakukan tidak baik oleh raja. Tanca pun dituntut Gajah Mada. Kebetulan Raja Jayanegara menderita sakit bengkak, tak dapat pergi keluar.

Tanca mendapatkan perintah untuk melakukan pembedahan dengan taji. Dia pun menghadap raja di tempat tidur.

Raja ditusuk dengan taji Tanca. Satu, dua kali tapi tidak mempan. Raja lalu diminta jimatnya, dan meletakkan di tempat tidur.

Baru setelah itu tusukan taji mempan. Tanca menusukan berulang kali hingga raja tewas di tempat tidur. Tanca segera dibunuh Gajah Mada. Maka, mati lah Tanca,’’ (Padmopuspita, 1966,: 82-3).

Menurut kitab Babad Dalem dari Bali, kematian raja Jayanegara atau Kala Gemet sebenarnya sudah dirancang Gajah Mada.

Sang Patih sering kali mendapat laporan bahwa raja suka menganggu dan berhubungan dengan perempuan-perempuan yang telah bersuami.

Perbuatan itu merupakan nista. Dalam kitab Kutaramanawadharmasastra Majapahit menyatakan, bahwa hukuman bagi orang yang mengganggu perempuan yang bersuami sangat berat.

Bagaimana kelanjutan cerita pagi besok, ikuti kisahnya dengan judul Gajah Mada Klaim Majapahit Pewaris Kerajaan-kerajaan Besar di Nusantara.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak