Kisah Gerakan Penculikan KSAD A.H Nasution karena Banyak Tentara Hidup Miskin

Jum'at, 10 Maret 2023 - 13:30 WIB
loading...
Kisah Gerakan Penculikan...
Penyerahan Markas Besar Militer Belanda di Jakarta kepada Tentara RIS yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Harris Nasution yang pada saat itu adalah Panglima Angkatan Darat RIS, tahun 1975. Foto: repro Dok. Nasional
A A A
BLITAR - Abdul Haris Nasution pernah diculik oleh sejumlah perwira RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) yang kelak menjadi Kopassus (Komando Pasukan Khusus).

Pada peristiwa tahun 1956 itu, Nasution masih menjabat sebagai KSAD dengan pangkat Kolonel. Gerakan penculikan Nasution didorong oleh situasi kesejahteraan pasukan yang tidak terurus.

Banyak tentara mengalami kesulitan hidup, yakni terlilit masalah ekonomi. Kemudian ditambah lagi kondisi asrama RPKAD di Batujajar, Jawa Barat yang memprihatinkan. Penculikan Nasution diharapkan akan memantik reaksi Presiden Soekarno atau Bung Karno dan melakukan pembenahan.

Baca juga: Kisah Petani Bunga di Bandung Jadi Komandan Pertama Cikal Bakal Kopassus

Targetnya, kabinet dan DPR dibubarkan dan kemudian dibentuk kabinet baru di mana susunannya diisi oleh orang-orang Partai Masyumi. Begitu pula jabatan KSAD juga diganti.

“Rencana penculikan itu dirancang oleh Zulkifli Lubis, mantan Wakil KSAD sehingga Nasution menyebutnya peristiwa Lubis,” demikian dikutip dari buku Legenda Pasukan Komando (2017).

Aksi penculikan melibatkan perwira RPKAD, yakni salah satunya Komandan RPKAD Mayor Djaelani. Selain itu Zulkifli Lubis juga mengajak Letnan Kolonel Kemal Idris selaku Komandan Resimen Infantri ke-19 Cirebon dan Mayor Soewarto Komandan Resimen Infrantri ke-11 Tasikmalaya.



Aksi berlangsung mencekam. Sejumlah perwira RPKAD yang tidak sejalan dengan aksi penculikan Nasution melakukan perlawanan. Bahkan Mayor Djaelani pada saat itu hendak diringkus oleh pasukannya sendiri.

Baku tembak tak terelakkan. Sejumlah perwira ditangkap oleh para bintara yang menolak gerakan penculikan Nasution. Letnan II L.B Moerdani atau Benny Moerdani yang tidak tahu duduk permasalahan sempat mendapat todongan senjata pada wajahnya.

Baca juga: Jejak Pelacuran di Masa Kolonial Belanda Selalu Hidup Berdampingan dengan Pabrik Gula

Oleh Sersan Agus Hernoto, Benny yang hendak masuk kantor dicegah. Di depan Benny, para bintara RPKAD menyatakan Komandan Djaelani telah melakukan gerakan penghianatan.

“Komandan menghianati kita. Para perwira ini menghianati kita, kita bunuh saja mereka”. Benny kaget dan untungnya berhasil menguasai keadaan. Pertumpahan darah berhasil dicegahnya. Benny memerintahkan semua pasukan untuk meletakkan seluruh senjata.

Gerakan penculikan Nasution pun gagal. Komandan RPKAD Mayor Djaelani menyerah, sedangkan Zulkifli Lubis memilih melarikan diri. Djaelani tidak tahu, gerakannya sudah tercium Nasution melalui orangnya yang ditanam di RPKAD, yakni perwira intelijen Letkol Soekendro.

Dan diam-diam sejumlah perwira yang awalnya terlibat, oleh Nasution dipreteli satu-satu. Kabar gerakan penculikan Nasution itu sempat memancing amarah pasukan dari kesatuan lain.

Baca juga: Kisah Skandal Seks di Kastil Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan Asal Usul Pria Hidung Belang

Dipimpin Kapten Soepomo, mantan Wakil RPKAD, markas RPKAD Batujajar dikepung. Beruntung situasi yang berpotensi menimbulkan pertumpahan darah itu berhasil dicegah. Benny berhasil membujuk Soepomo untuk kembali ke pangkalan Kavaleri di Bandung.

Dalam peristiwa gerakan penculikan Nasution itu, komandan RPKAD Djaelani dan tujuh perwira yang terlibat dijatuhi sanksi pemberhentian dari dinas militer.

Djaelani sempat menjalani penahanan di Salatiga. Dalam peristiwa itu, satu-satunya perwira yang tidak dipensiunkan adalah Letnan Aloysius Soegijanto. Ia selamat karena Wakil KSAD Kolonel Gatot Subroto menilai masih bisa dibina.

Kendati demikian Aloysius Soegijanto dikeluarkan dari RPKAD dan pindah ke kesatuan lain.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
KSAD Soroti Produksi...
KSAD Soroti Produksi Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
3 Oknum Prajurit TNI...
3 Oknum Prajurit TNI Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Divonis 1 hingga 13 Tahun Penjara
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan 3 Anggota Kopassus Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Berita Terkini
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved