Setor Rp15 Juta, Turis Suriah di Bali Bisa Punya KTP dan KK Palsu
Kamis, 09 Maret 2023 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Zghaib lalu memberikan uang Rp8 juta kepada N. Namun saat di bank, Zghaib tidak mengerti dengan syarat membuka rekening yang dijelaskan petugas bank.
N lalu menawarkan lagi kepada Zghaib untuk membantu melalui pamannya yang juga oknum aparat berinisial P. Zghaib, N dan P lalu bertemu di sebuah kantor pemerintahan.
Belakangan diketahui instansi itu adalah kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar. Namun Zghaib tetap tidak mengetahui kantor itu.
Di kantor itu, Zghaib diminta melakukan security checks dengan alasan dicurigai sebagai teroris. "Dia juga di-scan mata, retina, sidik jari dan foto," ungkap Na Gara.
Beberapa hari kemudian, Zghaib menerima dokumen di handphone-nya. Isinya yaitu KTP dan KK dia. Sedangkan namamya berganti menjadi Agung Nizar Santoso yang beralamat di Sidakarya, Denpasar.
N lalu menawarkan lagi kepada Zghaib untuk membantu melalui pamannya yang juga oknum aparat berinisial P. Zghaib, N dan P lalu bertemu di sebuah kantor pemerintahan.
Belakangan diketahui instansi itu adalah kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar. Namun Zghaib tetap tidak mengetahui kantor itu.
Di kantor itu, Zghaib diminta melakukan security checks dengan alasan dicurigai sebagai teroris. "Dia juga di-scan mata, retina, sidik jari dan foto," ungkap Na Gara.
Beberapa hari kemudian, Zghaib menerima dokumen di handphone-nya. Isinya yaitu KTP dan KK dia. Sedangkan namamya berganti menjadi Agung Nizar Santoso yang beralamat di Sidakarya, Denpasar.
Lihat Juga :