Miris! Dituduh Jadi Dukun Santet, Rumah Lansia Hancur Dilempari Warga
Rabu, 08 Maret 2023 - 12:35 WIB
loading...
Rumah milik lansia berinisial AN (70) di Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, hancur dilempari warga karena dituduh sebagai dukun santet. Foto/iNews TV/Indra Mulia Siagian
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Aksi main hakim sendiri, mengakibatkan rumah milik pasangan lanjut usia (Lansia) berinisial AN (70) hancur. Warga melempari rumah tersebut dengan batu, karena menuduh penghuninya merupakan dukun santet atau memiliki makhluk Begu Ganjang untuk pesugihan.
Baca juga: Diduga Jadi Tempat Praktik Santet, Polisi Sita Sesajen di Bangunan Kosong
Peristiwa perusakan rumah karena isu dukun santet tersebut, terjadi di di Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Saat ini, kasus perusakan rumah tersebut, masih ditangani Polsek Batang Angkola.
Kapolsek Batang Angkola, AKP Raden Saleh Harahap mengatakan, saat rumahnya diserang dan dilempari batu, AN yang dituduh sebagai dukun santet, tengah beristirahat dengan istrinya di dalam rumah. "Pasangan suami istri tersebut terbangun, setelah mendengar suara lemparan berulang kali ke arah rumahnya," ungkapnya.
Baca juga: Penyelundupan 20,8 Kg Sabu Dari Malaysia Digagalkan Prajurit Yonif 621/Manuntung
Pasangan suami istri yang dituduh sebagai dukun santet itu, sempat menyelamatkan diri dan melapor ke kepala desa. Sayangnya, keduanya gagal bertemu dengan kepala desa. Keduanya akhirnya mengungsi ke Desa Ingul Jae, karena aksi pelemparan terus terjadi.
![Miris! Dituduh Jadi Dukun Santet, Rumah Lansia Hancur Dilempari Warga]()
Sebagian warga sempat berusaha mengejar pasangan suami istri yang dituduh sebagai dukun santet tersebut, dan memaksa pasangan suami istri tersebut untuk pulang ke desa mereka. Pasangan suami istri tersebut tetap menolak pulang, karena merasa keselamatannya terancam.
Baca juga: Pilu dan Diselimuti Kesedihan, Begini Gambaran Istana Majapahit saat Raden Wijaya Mangkat
Raden Saleh Harahap menyebutkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak menemukan adanya indikasi dan peralatan untuk ritual dukun santet di dalam rumah. "Kami masih menyelidiki kasus ini. Dugaannya, aksi warga dipicu perselisihan antara sejumlah warga dengan pasangan suami istri tersebut," tegasnya.
Baca juga: Diduga Jadi Tempat Praktik Santet, Polisi Sita Sesajen di Bangunan Kosong
Peristiwa perusakan rumah karena isu dukun santet tersebut, terjadi di di Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Saat ini, kasus perusakan rumah tersebut, masih ditangani Polsek Batang Angkola.
Kapolsek Batang Angkola, AKP Raden Saleh Harahap mengatakan, saat rumahnya diserang dan dilempari batu, AN yang dituduh sebagai dukun santet, tengah beristirahat dengan istrinya di dalam rumah. "Pasangan suami istri tersebut terbangun, setelah mendengar suara lemparan berulang kali ke arah rumahnya," ungkapnya.
Baca juga: Penyelundupan 20,8 Kg Sabu Dari Malaysia Digagalkan Prajurit Yonif 621/Manuntung
Pasangan suami istri yang dituduh sebagai dukun santet itu, sempat menyelamatkan diri dan melapor ke kepala desa. Sayangnya, keduanya gagal bertemu dengan kepala desa. Keduanya akhirnya mengungsi ke Desa Ingul Jae, karena aksi pelemparan terus terjadi.

Sebagian warga sempat berusaha mengejar pasangan suami istri yang dituduh sebagai dukun santet tersebut, dan memaksa pasangan suami istri tersebut untuk pulang ke desa mereka. Pasangan suami istri tersebut tetap menolak pulang, karena merasa keselamatannya terancam.
Baca juga: Pilu dan Diselimuti Kesedihan, Begini Gambaran Istana Majapahit saat Raden Wijaya Mangkat
Raden Saleh Harahap menyebutkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak menemukan adanya indikasi dan peralatan untuk ritual dukun santet di dalam rumah. "Kami masih menyelidiki kasus ini. Dugaannya, aksi warga dipicu perselisihan antara sejumlah warga dengan pasangan suami istri tersebut," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :