Waspada, Perut Merapi Alami Pembengkakan 14 Cm Setiap Bulan
Kamis, 16 Juli 2020 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah simulasi lanjut dia juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Semua kekuatan baik TNI/Polri, Tagana, Sar, kepala desa dan masyarakat semuanya sudah melakukan simulasi-simulasi penanganan.
"Bahkan kami lebih lengkap lagi soal pelatihannya. Selain untuk menyelamatkan nyawa orangnya, tapi juga hewan ternaknya. Karena kalau hewan ternak tidak difasilitasi, pengalaman dahulu orang dipengungsian masih teringat hewan ternak dan mencuri waktu untuk pulang. Ini kan bahaya," tegasnya.
Dengan persiapan itu, maka apabila terjadi bencana erupsi Merapi, semua sudah siap. Dan masyarakat di sekitar puncak gunung, lanjut Ganjar, juga semuanya sudah siap, dengan pengalaman dan kearifan lokal masing-masing.
"Masyarakat yang ada di Magelang, Klaten dan Boyolalo semua sudah paham, apa itu wedus gembel, pergerakannya ke arah mana. Semua sudah tahu. Sekarang ditambah dengan ilmu pengetahuan di pos jaga ini, semuanya akan lebih presisi lagi. Mudah-mudahan semua aman," tandasnya.
"Bahkan kami lebih lengkap lagi soal pelatihannya. Selain untuk menyelamatkan nyawa orangnya, tapi juga hewan ternaknya. Karena kalau hewan ternak tidak difasilitasi, pengalaman dahulu orang dipengungsian masih teringat hewan ternak dan mencuri waktu untuk pulang. Ini kan bahaya," tegasnya.
Dengan persiapan itu, maka apabila terjadi bencana erupsi Merapi, semua sudah siap. Dan masyarakat di sekitar puncak gunung, lanjut Ganjar, juga semuanya sudah siap, dengan pengalaman dan kearifan lokal masing-masing.
"Masyarakat yang ada di Magelang, Klaten dan Boyolalo semua sudah paham, apa itu wedus gembel, pergerakannya ke arah mana. Semua sudah tahu. Sekarang ditambah dengan ilmu pengetahuan di pos jaga ini, semuanya akan lebih presisi lagi. Mudah-mudahan semua aman," tandasnya.
(mpw)
Lihat Juga :