Populasi Kendaraan Bermotor di Jateng Capai 17.864.480 Unit
Kamis, 16 Juli 2020 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Selain menimbang populasi kendaraan bermotor yang sangat besar, posisi Jawa Tengah yang menjadi pusat perlintasan dari Jabar dan DKI Jakarta ke Jatim maupun ke Jogja dan sebaliknya, merupakan faktor lain perlunya pembinaan digalakkan. Posisi wilayah Jateng persis berada di pusat lintasan, imbuh Arman, dipakai untuk rujukan bagaimana seharusnya program pembinaan diupayakan.
Meliputi rilis informasi teraktual menyangkut kondisi jalan, mengajak pengguna kendaraan bermotor mematuhi ketentuan hukum, mengimbau pengendara membawa SIM, hingga ajakan bagi pemilik SIM memperbaharui pengetahuan ketrampilan memacu kendaraan.
Pihaknya berpendapat, bagi yang sudah memiliki SIM pun polisi tetap memandang perlu dibina. Pemegang SIM diharapkan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan berkendara di samping memperbaharui pengetahuannya tentang kondisi jalan dan spesifikasi kendaraan bermotor.
Ringkasnya, pengetahuan pengendara seyogianya terus menerus di-up date.
Proses up date pengetahuan berkendara yang baik dan benar, menurut perwira polisi yang berpengalaman pada berbagai bidang penugasan ini, dilakukan dengan berbagai cara. Tidak melulu ceramah, seminar atau diskusi. Bisa dengan membaca, menonton maupun edukasi yang dikemas dalam bentuk permainan dan simulasi.
Oleh karena itu, Arman mengharapkan para kreator konten berpartisipasi membuat konten keselamatan berkendara dan pengetahuan lain yang relevan.
“Saya sudah ajak youtuber dan masyarakat yang gemar bermedsos bikin konten tentang lalulintas. Beberapa sudah dirilis, tapi masih diperlukan lebih banyak lagi,” pungkasnya.(Baca juga : Nekat Berjudi saat Corona, 17 Orang Diamankan )
Meliputi rilis informasi teraktual menyangkut kondisi jalan, mengajak pengguna kendaraan bermotor mematuhi ketentuan hukum, mengimbau pengendara membawa SIM, hingga ajakan bagi pemilik SIM memperbaharui pengetahuan ketrampilan memacu kendaraan.
Pihaknya berpendapat, bagi yang sudah memiliki SIM pun polisi tetap memandang perlu dibina. Pemegang SIM diharapkan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan berkendara di samping memperbaharui pengetahuannya tentang kondisi jalan dan spesifikasi kendaraan bermotor.
Ringkasnya, pengetahuan pengendara seyogianya terus menerus di-up date.
Proses up date pengetahuan berkendara yang baik dan benar, menurut perwira polisi yang berpengalaman pada berbagai bidang penugasan ini, dilakukan dengan berbagai cara. Tidak melulu ceramah, seminar atau diskusi. Bisa dengan membaca, menonton maupun edukasi yang dikemas dalam bentuk permainan dan simulasi.
Oleh karena itu, Arman mengharapkan para kreator konten berpartisipasi membuat konten keselamatan berkendara dan pengetahuan lain yang relevan.
“Saya sudah ajak youtuber dan masyarakat yang gemar bermedsos bikin konten tentang lalulintas. Beberapa sudah dirilis, tapi masih diperlukan lebih banyak lagi,” pungkasnya.(Baca juga : Nekat Berjudi saat Corona, 17 Orang Diamankan )
(nun)
Lihat Juga :