99 Ribu Motor Bodong Diekspor ke Afrika, DPR Desak Polisi Bongkar Oknum di Balik Sindikat
Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB
loading...
DPR mendesak aparat kepolisian untuk membongkar tuntas jaringan sindikat motor ilegal yang telah mengekspor 99 ribu motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - DPR mendesak aparat kepolisian untuk membongkar tuntas jaringan sindikat motor ilegal yang beroperasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Desakan ini muncul setelah Polda Metro Jaya menggerebek gudangyang berisi1.494 unit motor ilegal.
Penggerebekan ini mengungkap fakta mencengangkan mengenai aktivitas ekspor kendaraan tanpa izin dalam skala masif. Jumlahnya pun mencengangkan, yakni mencapai puluhan ribu unit.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada penetapan satu tersangka. Mengingat aksi ini diduga telah berlangsung selama empat tahun sejak 2022, ia meyakini adanya keterlibatan jaringan yang sangat terorganisir.
Baca juga: Fakta-fakta Gudang Motor Ilegal di Jaksel Raup Rp26 Miliar, Nomor 5 Mengagetkan!
“Kasus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Aksi yang sudah berlangsung selama empat tahun ini pasti tidak hanya melibatkan satu orang, tetapi sindikat yang terorganisir. Kami minta kepolisian mengungkap secara jelas dan cepat siapa saja yang terlibat,” ujar Hasbi di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data yang terungkap, sindikat ini diduga telah mengekspor sekitar 99.000 sepeda motor ke Tahiti di Pasifik Selatan dan Togo, Afrika Barat. Hasbi menyoroti besarnya kerugian negara akibat praktik ekonomi ilegal ini, mulai dari hilangnya potensi pajak kendaraan, bea masuk, hingga pendapatan negara lainnya.
Penggerebekan ini mengungkap fakta mencengangkan mengenai aktivitas ekspor kendaraan tanpa izin dalam skala masif. Jumlahnya pun mencengangkan, yakni mencapai puluhan ribu unit.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada penetapan satu tersangka. Mengingat aksi ini diduga telah berlangsung selama empat tahun sejak 2022, ia meyakini adanya keterlibatan jaringan yang sangat terorganisir.
Baca juga: Fakta-fakta Gudang Motor Ilegal di Jaksel Raup Rp26 Miliar, Nomor 5 Mengagetkan!
“Kasus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Aksi yang sudah berlangsung selama empat tahun ini pasti tidak hanya melibatkan satu orang, tetapi sindikat yang terorganisir. Kami minta kepolisian mengungkap secara jelas dan cepat siapa saja yang terlibat,” ujar Hasbi di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data yang terungkap, sindikat ini diduga telah mengekspor sekitar 99.000 sepeda motor ke Tahiti di Pasifik Selatan dan Togo, Afrika Barat. Hasbi menyoroti besarnya kerugian negara akibat praktik ekonomi ilegal ini, mulai dari hilangnya potensi pajak kendaraan, bea masuk, hingga pendapatan negara lainnya.
Lihat Juga :