Gawat! Anggota PPS di Muratara Dianiaya Warga, Ini Penyebabnya
Jum'at, 17 Februari 2023 - 16:27 WIB
loading...
Hengki Ternado, anggota Badan Ad Hoc PPS Pemilu 2024 menjadi korban penganiayaan. Peristiwa ini dipicu adanya warga yang tidak lolos menjadi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. Foto SINDOnews
A
A
A
MURATARA - Hengki Ternado, anggota Badan Ad Hoc Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2024 menjadi korban penganiayaan . Peristiwa yang terjadi di Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dipicu adanya warga yang tidak lolos menjadi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).
Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Jailili mengatakan, bahwa kejadian penganiayaan tersebut berawal saat korban bersama temannya Udi Pronika yang juga anggota PPS sedang berada di rumah salah satu warga. Baca juga: 7 Anggota PPLN Melbourne 2024 Terpilih, Salah Satunya Putra Pandeglang
"Tiba-tiba datang dua tersangka ke rumah tersebut. Salah satu tersangka menanyakan kepada korban perihal adiknya yang tak lolos seleksi Pantarlih," ujar AKP Jailili, Jumat (17/2/2023).
Dijelaskan Jailili, korban sempat menjelaskan penyebab adik tersangka tidak lolos dalam pemilihan anggota Pantarlih. Tersangka juga meminta uang Rp1 juta kepada korban sebagai ganti rugi karena adiknya sudah habis biaya menyiapkan berkas-berkas pendaftaran.
Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Jailili mengatakan, bahwa kejadian penganiayaan tersebut berawal saat korban bersama temannya Udi Pronika yang juga anggota PPS sedang berada di rumah salah satu warga. Baca juga: 7 Anggota PPLN Melbourne 2024 Terpilih, Salah Satunya Putra Pandeglang
"Tiba-tiba datang dua tersangka ke rumah tersebut. Salah satu tersangka menanyakan kepada korban perihal adiknya yang tak lolos seleksi Pantarlih," ujar AKP Jailili, Jumat (17/2/2023).
Dijelaskan Jailili, korban sempat menjelaskan penyebab adik tersangka tidak lolos dalam pemilihan anggota Pantarlih. Tersangka juga meminta uang Rp1 juta kepada korban sebagai ganti rugi karena adiknya sudah habis biaya menyiapkan berkas-berkas pendaftaran.
Lihat Juga :