Malnutrisi, Gajah di Suaka Margasatwa Barumun Mati
Jum'at, 17 Februari 2023 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Pada Minggu kedua Februari 2023, Gajah Dwiki mulai mengalami perubahan perilaku, yakni tak mau makan. Atas kondisi tersebut, pada tanggal 11 Februari 2023, dokter Vesswic kembali turun ke ANECC.
Selanjutnya tim Vesswic juga dibatu oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik dengan mengirimkan dokter hewan ahli gajah dari Taman Safari Indonesia (TSI), drh. Bongot Huaso Muka dan drh. M. Nanang Tejolaksono, untuk melaksanakan perawatan intensif Gajah Dwiki.
"Tindakan yang dilakukan dengan memberikan 100 botol infus, obat-obatan dan vitamin. Namun kondisi Gajah Dwiki semakin melemah. dan akhirnya pada Selasa, 14 Februari 2023, pukul 06.20 Wib tidak tertolong lagi dan dinyatakan mati," ujar Rudianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/2/2023).
Setelah dinyatakan mati, gajah Dwiki kemudian menjalani prosedur nekropsi. Hasilnya gajah Dwiki mengalami infeksi pada gigi kanan bawah sehingga tidak bisa tumbuh secara normal.
Hal ini mengakibatkan gigi graham atas yang sehat tidak tumbuh normal, sehingga penampakan gigi menjadi asimetris antara kiri dan kanan, kelainan struktur gigi ini mengakibatkan gajah sulit untuk makan, dan makanan yang masuk berkurang.
"Hal ini berdampak pada lambung, volumenya tidak bisa optimal, hal ini diperparah dengan intosusepsi lambung sehingga berdampak pada malnutrisi dan malabsorsi. Dimana tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan sehingga terjadi penurunan kesehatan dan berat badan," paparnya.
Selanjutnya tim Vesswic juga dibatu oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik dengan mengirimkan dokter hewan ahli gajah dari Taman Safari Indonesia (TSI), drh. Bongot Huaso Muka dan drh. M. Nanang Tejolaksono, untuk melaksanakan perawatan intensif Gajah Dwiki.
"Tindakan yang dilakukan dengan memberikan 100 botol infus, obat-obatan dan vitamin. Namun kondisi Gajah Dwiki semakin melemah. dan akhirnya pada Selasa, 14 Februari 2023, pukul 06.20 Wib tidak tertolong lagi dan dinyatakan mati," ujar Rudianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/2/2023).
Setelah dinyatakan mati, gajah Dwiki kemudian menjalani prosedur nekropsi. Hasilnya gajah Dwiki mengalami infeksi pada gigi kanan bawah sehingga tidak bisa tumbuh secara normal.
Hal ini mengakibatkan gigi graham atas yang sehat tidak tumbuh normal, sehingga penampakan gigi menjadi asimetris antara kiri dan kanan, kelainan struktur gigi ini mengakibatkan gajah sulit untuk makan, dan makanan yang masuk berkurang.
"Hal ini berdampak pada lambung, volumenya tidak bisa optimal, hal ini diperparah dengan intosusepsi lambung sehingga berdampak pada malnutrisi dan malabsorsi. Dimana tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan sehingga terjadi penurunan kesehatan dan berat badan," paparnya.
Lihat Juga :