Puncak Tingalan Dalem Jumenengan ke-19 SISKS PB XIII Berlangsung Sejuk dan Semarak
Kamis, 16 Februari 2023 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Tari sakral itu sendiri ditarikan oleh 9 penari wanita yang mengenakan busana pengantin perempuan jawa, yakni Dodot Ageng atau biasa disebut Basahan itu adalah inti dari penyelenggaraan Tinggalan Dalem Jumenengan.
"Intisarinya adalah menampilkan Bedhaya Ketawang yang memang hanya ditampilkan pada momen ini setahun sekali. Di tempat yang khusus tidak boleh dilakukan di mana-mana. Penarinya juga khusus tidak boleh sembarang penari," ujar Edy Wirabhumi di Kamandungan Keraton Kasunanan Solo, Kamis (16/02).
Baca juga: Peringati Jumenengan Sultan HB X, Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo
Dia mengakui adanya situasi yang sejuk dan semarak dalam pelaksanaan Tinggalan Jumenengan XIII ini. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya konflik internal Keraton Kasunanan selama 8 tahun belakangan.
"Ini kebetulan dengan bantuan mas Wali (Wali Kota Solo), suasananya lebih sejuk. Menurut saya juga lumrah jika kita menyelenggarakan ini dengan lebih semarak," beber dia.
"Intisarinya adalah menampilkan Bedhaya Ketawang yang memang hanya ditampilkan pada momen ini setahun sekali. Di tempat yang khusus tidak boleh dilakukan di mana-mana. Penarinya juga khusus tidak boleh sembarang penari," ujar Edy Wirabhumi di Kamandungan Keraton Kasunanan Solo, Kamis (16/02).
Baca juga: Peringati Jumenengan Sultan HB X, Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo
Dia mengakui adanya situasi yang sejuk dan semarak dalam pelaksanaan Tinggalan Jumenengan XIII ini. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya konflik internal Keraton Kasunanan selama 8 tahun belakangan.
"Ini kebetulan dengan bantuan mas Wali (Wali Kota Solo), suasananya lebih sejuk. Menurut saya juga lumrah jika kita menyelenggarakan ini dengan lebih semarak," beber dia.
Lihat Juga :